Banjarnegara – Dalam upaya menjaga kualitas layanan pendidikan dan meningkatkan efektivitas berbagai program madrasah, MI Al-Fatah Parakancanggah (MIFABARA) menggelar meeting guru yang dipimpin langsung oleh Kepala Madrasah, Durotun Nafisah.(23/10)
Pertemuan ini menjadi ruang koordinasi, refleksi, sekaligus evaluasi terhadap berbagai kegiatan yang telah dan sedang dilaksanakan di lingkungan MIFABARA. Tidak hanya membahas keberlangsungan kegiatan belajar mengajar (KBM), forum tersebut juga menyoroti pelaksanaan program-program unggulan serta berbagai aktivitas internal maupun eksternal madrasah.
Salah satu fokus pembahasan adalah pemantapan pelaksanaan KBM, termasuk penerapan Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) dalam proses pembelajaran. Evaluasi dilakukan untuk melihat sejauh mana nilai-nilai cinta dalam pendidikan telah diimplementasikan dalam aktivitas pembelajaran, pembiasaan, serta interaksi antara guru dan peserta didik.
Selain itu, perkembangan persiapan dan pelaksanaan Lomba Cerdas Cermat (LCC) juga menjadi bagian penting dalam pembahasan. Berbagai pengalaman dari kegiatan kompetisi tersebut menjadi bahan refleksi untuk memperkuat pembinaan peserta didik, meningkatkan kesiapan akademik, serta menyusun strategi pendampingan yang lebih efektif.
Meeting juga membahas beragam kegiatan madrasah lainnya, baik yang bersifat internal seperti persiapan SPMB maupun kegiatan eksternal lainya. Mulai dari program pembiasaan, pengembangan potensi peserta didik, kegiatan keagamaan, prestasi akademik dan nonakademik, hingga partisipasi madrasah dalam berbagai agenda di tingkat kecamatan maupun kabupaten.
Dalam arahannya, Kepala Madrasah, menekankan pentingnya membangun komitmen bersama, menjaga komunikasi, dan terus melakukan perbaikan dalam setiap pelaksanaan program.
“Setiap kegiatan yang kita laksanakan hendaknya tidak sekadar menjadi rutinitas, tetapi harus memiliki tujuan dan memberikan dampak nyata bagi perkembangan peserta didik. Mari kita jadikan setiap pengalaman sebagai bahan refleksi, saling menguatkan, dan terus berbenah agar kualitas pendidikan di MIFABARA semakin baik,” pesan beliau.
Melalui forum ini, para guru juga diberikan ruang untuk menyampaikan masukan, berbagi pengalaman, serta mengidentifikasi berbagai hal yang perlu diperbaiki maupun dikembangkan. Semangat kolaborasi menjadi kunci agar setiap program madrasah dapat berjalan lebih terarah dan memberikan hasil yang optimal.
Meeting guru ini sekaligus menegaskan bahwa kemajuan madrasah bukanlah hasil kerja satu atau dua orang, melainkan buah dari sinergi seluruh unsur madrasah. Setiap guru memiliki peran penting dalam menghadirkan pembelajaran yang bermakna, membangun karakter, serta mengantarkan peserta didik meraih potensi terbaiknya.
Sebagaimana sebuah refleksi bersama, Madrasah yang terus bertumbuh bukanlah madrasah yang tanpa kekurangan, melainkan madrasah yang berani mengevaluasi, mau berbenah, dan tidak pernah berhenti belajar menjadi lebih baik.
Dengan semangat kebersamaan dan komitmen peningkatan mutu, MIFABARA terus berupaya menghadirkan pendidikan yang berkualitas, berkarakter, dan berorientasi pada perkembangan peserta didik.(nas)
