Pramusrenbang Tematik Stunting, KUA Kecamatan Wanadadi Perkuat Sinergi Lintas Sektor

Banjarnegara (Humas) – Pemerintah Kecamatan Wanadadi menyelenggarakan Pramusyawarah Perencanaan Pembangunan (Pramusrenbang) Tematik Stunting pada Senin (2/2/2026), bertempat di Aula Kecamatan Wanadadi. Kegiatan ini menjadi forum strategis dalam menyusun langkah percepatan penanganan dan pencegahan stunting secara terpadu melalui kolaborasi lintas sektoral.

Camat Wanadadi, Dadar Susiladi, dalam sambutannya menegaskan bahwa penanganan stunting merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan keterlibatan seluruh unsur, baik pemerintah, tenaga kesehatan, tokoh agama, maupun masyarakat. Ia menyampaikan bahwa pada tahun 2026 masih terdapat sekitar 40 persen sisa kasus stunting yang harus menjadi fokus penanganan bersama.

“Upaya percepatan penurunan stunting harus dilakukan secara terintegrasi dan berkelanjutan.  Sinergi lintas sektor menjadi kunci agar target yang telah ditetapkan dapat tercapai,” ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Puskesmas 2 Wanadadi, Siti Zulaikhah, memaparkan hasil pelaksanaan kegiatan penanganan stunting sepanjang Januari hingga Desember 2025.  Berdasarkan data yang disampaikan, prevalensi stunting di tingkat Kabupaten tercatat sebesar 16,6 persen, sementara di Kecamatan Wanadadi berada pada angka 12,1 persen.

Ia juga menjelaskan adanya kenaikan hingga 12,6 persen, yang salah satunya dipengaruhi oleh rendahnya kehadiran balita dalam layanan kesehatan pada periode tertentu.  Namun, pada Oktober hingga Desember 2025, cakupan kehadiran balita telah mencapai 100 persen, dengan jumlah balita dari 860 anak di awal pendataan menjadi 700 anak di akhir tahun.

Sebagai bentuk dukungan lintas sektoral, Penyuluh Agama Islam Fungsional KUA Kecamatan Wanadadi, Soif Toif, menyampaikan bahwa KUA turut berperan aktif dalam percepatan pencegahan stunting melalui pendekatan keagamaan.

“Kami dari KUA ikut serta dalam percepatan pencegahan stunting dengan menyampaikan pesan-pesan pencegahan melalui bahasa agama kepada para tokoh agama dan masyarakat.  Kegiatan ini kami lakukan melalui bimbingan dan penyuluhan keagamaan, baik dalam kegiatan pembangunan, di sekolah dan madrasah, maupun kepada jamaah majelis taklim,” ungkapnya.

Lebih lanjut disepakati beberapa langkah tindak lanjut, antara lain penguatan kerja sama lintas sektor, kolaborasi dengan pemerintah desa, peningkatan sanitasi dan gizi, optimalisasi posyandu termasuk posyandu remaja, rujukan balita dengan gizi buruk ke fasilitas kesehatan, serta pelaksanaan pemeriksaan kecacingan secara berkala.

Melalui kegiatan Pramusrenbang Tematik Stunting ini, diharapkan perencanaan program tahun 2026 semakin terarah dan mampu menurunkan angka stunting di Kecamatan Wanadadi secara signifikan, sejalan dengan komitmen pemerintah dalam mewujudkan generasi yang sehat, kuat, dan berkualitas. 

(NN/azd)