Refleksi Isra Mikraj: Alfiana Nurhidayah Ajak Remaja Masjid Nurul Hidayah Gumingsir Perkuat Karakter di Era Digital

Banjarnegara (Humas) – Di tengah gempuran arus informasi digital yang kian deras, penguatan karakter spiritual bagi generasi muda menjadi sebuah urgensi. Menyadari hal tersebut, Penyuluh Agama Islam KUA Pagentan, Alfiana Nurhidayah, menggelar kegiatan penyuluhan keagamaan bagi kelompok binaan Remaja Masjid Nurul Hidayah pada Kamis (22/1/2026).

Kegiatan yang bertempat di serambi Masjid Nurul Hidayah ini mengambil momentum peringatan Isra Mikraj Nabi Muhammad saw sebagai landasan pacu untuk memperbaiki kualitas ibadah dan akhlak remaja di Desa. Suasana khidmat tampak menyelimuti lokasi acara saat puluhan remaja berkumpul untuk mendengarkan paparan materi yang disampaikan dengan gaya komunikatif khas milenial.

Dalam pemaparannya, Alfiana Nurhidayah menekankan bahwa peristiwa Isra Mikraj bukan sekadar perjalanan sejarah yang ajaib, melainkan sebuah manifestasi perintah disiplin waktu dan loyalitas hamba kepada Sang Pencipta melalui ibadah shalat lima waktu.

“Adik-adik remaja adalah tulang punggung bangsa. Peristiwa Isra Mikraj mengajarkan kita bahwa setinggi apa pun prestasi yang kita raih, sebagaimana Nabi Muhammad saw mencapai Sidratul Muntaha, kita harus tetap membumi dan menjaga koneksi dengan Allah melalui shalat. Shalat adalah jangkar agar kalian tidak terombang-ambing oleh tren negatif zaman sekarang,” ujar Alfiana di hadapan para jamaah remaja.

Ia juga menambahkan bahwa di era modern ini, tantangan mentalitas seperti kecemasan (anxiety) dan kurangnya kepercayaan diri sering melanda remaja. Menurutnya, hikmah Isra Mikraj memberikan pesan optimisme bahwa setelah kesulitan (peristiwa Amul Huzni atau tahun kesedihan) pasti akan datang kemuliaan jika kita tetap bersabar dan teguh dalam iman.

Kegiatan ini mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Desa. Kepala Desa Bejo Suroso,  memberikan apresiasi tinggi terhadap peran aktif KUA Pagentan dalam membina generasi muda di wilayahnya.

Bejo Suroso menilai bahwa kehadiran penyuluh agama di tengah-tengah remaja sangat efektif untuk menekan angka kenakalan remaja dan perilaku menyimpang. Kepala Desa berharap agar sinergi antara penyuluh agama dan perangkat desa terus berlanjut secara konsisten.

“Harapan saya, masjid jangan hanya diisi oleh orang tua saja. Remaja Masjid Nurul Hidayah harus menjadi motor penggerak kebaikan. Dengan adanya bimbingan rutin dari penyuluh, saya yakin desa kita akan lebih berkah dan pemudanya memiliki akhlakul karimah yang membanggakan,” Ujar Beliau.

Acara ditutup dengan sesi diskusi interaktif di mana para remaja diberikan kesempatan untuk bertanya seputar tantangan menjalankan syariat di lingkungan pergaulan sehari-hari. Antusiasme peserta terlihat dari banyaknya pertanyaan yang muncul, mulai dari cara konsisten shalat tepat waktu hingga cara menyikapi perbedaan pendapat dalam beragama.

Melalui kegiatan ini, KUA Pagentan melalui Alfiana Nurhidayah berkomitmen untuk terus mendampingi kelompok-kelompok binaan remaja secara berkala. Hal ini bertujuan agar pesan-pesan moderasi beragama dan nilai spiritualitas Islam dapat terinternalisasi dengan baik, menjadikan remaja Masjid Nurul Hidayah sebagai generasi emas yang berintegritas.

(an/azd)