Banjarnegara (Humas) – Menjelang datangnya bulan suci Ramadan 1447 Hijriah, Penyuluh Agama Islam Fungsional KUA Kecamatan Pagentan, Sutrisno, menggelar kegiatan bimbingan dan kepenyuluhan di Majelis Taklim Al-Muttaqin, Desa Pagentan, pada Senin (2/2/2026). Kegiatan yang diikuti oleh sekitar 40 jamaah ini mengusung tema “Keutamaan Bulan Rajab, Sya’ban, dan Kesiapan Menyongsong Ramadan”.
Dalam paparannya, Sutrisno menekankan bahwa bulan Rajab dan Sya’ban adalah momentum “pemanasan” spiritual sebelum memasuki bulan Ramadan. Ia mengibaratkan Rajab sebagai bulan menanam benih, Sya’ban sebagai bulan menyiram tanaman, dan Ramadan sebagai bulan memanen hasilnya.
“Bulan Rajab dan Sya’ban bukan sekadar penanda kalender, melainkan madrasah awal bagi kita. Jika kita ingin meraih keberkahan penuh di bulan Ramadan nanti, maka latihan disiplin ibadah, mulai dari puasa sunah hingga memperbanyak istighfar, harus dimulai dari sekarang,” ujar Sutrisno, di hadapan para jamaah yang hadir.
Beliau juga menjelaskan bahwa pada tahun 2026 ini, tantangan spiritual umat Islam semakin dinamis. Oleh karena itu, pemahaman mendalam mengenai fiqih puasa dan penguatan mentalitas sangat diperlukan agar ibadah di bulan suci tidak sekadar menjadi rutinitas tahunan yang hampa makna.
Antusiasme jamaah terlihat sepanjang sesi tanya jawab. Fatmah, salah satu tokoh perempuan di Majelis Taklim Al-Muttaqin, menyampaikan apresiasinya atas kehadiran penyuluh dari KUA Pagentan yang rutin memberikan pencerahan di desa mereka.
“Alhamdulillah, bimbingan dari Pak Sutrisno selalu memberikan semangat baru bagi kami para ibu-ibu. Penjelasan mengenai amalan-amalan di bulan Rajab ini membuat kami lebih siap dan tidak ‘kaget’ saat memasuki Ramadan nanti. Kami jadi lebih paham apa saja yang harus dipersiapkan, baik secara fisik maupun niat,” ungkap Fatmah.
Kegiatan KEpenyuluhan ini diakhiri dengan doa bersama untuk keselamatan bangsa dan kelancaran umat muslim dalam menjalankan rangkaian ibadah di bulan-bulan mulia ini. KUA Pagentan berkomitmen untuk terus mengawal kegiatan dakwah di tingkat desa guna memastikan pesan-pesan keagamaan yang moderat dan menyejukkan sampai ke seluruh lapisan masyarakat.
(3S/azd)
