Sambut Siswa Berangkat Pagi, Mimau Istiqamahkan Budaya 7s

Banjarnegara (Humas) – Senyum manis, ucapan Assalamualaikum dan sapaan “Apa kabar?” dan lain sebagainya siap menyambut kedatangan warga MI Ma’arif Al Falah Joyokusumo (MIMAU) setiap paginya. Budaya 7S (Salam, Salim, Sapa, Senyum, Sopan Santun, Semangat, Semringah) adalah kegiatan rutin yang dilaksanakan setiap pagi hari dari Senin hingga Sabtu oleh guru piket secara bergantian dengan dibersamai oleh guru-guru lainnya.

Seperti halnya yang terlihat di Rabu pagi ini, suasana penyambutan peserta didik MIMAU pun terlihat sangat menarik perhatian, pasalnya ada tambahan personil dari Mahasiswa Universitas Sains Al Qur’an (UNSIQ) Wonosobo yang sedang mengikuti Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) di MIMAU.(5/2)

Wahyul Khomisah selaku kepala madrasah menyampaikan dihadapan seluruh dewan guru juga mahasiswa PPL UNSIQ Wonosobo bahwa kita harus selalu budayakan 7S dimanapun dan kapanpun serta dengan siapapun.

“seperti yang kita sudah tahu bahwa senyum adalah ibadah dan hal yang mudah diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, dan dapat memberikan dampak baik yang menyenangkan, tidak hanya bagi diri kita, melainkan juga bagi orang lain. Apalagi senyum yang kita hadirkan disertai dengan sapaan, ekspresi semringah dan semangat tentunya berefek kepada respons anak-anak yang mudah-mudahan menambah semangat pula bagi mereka,” jelas Wahyul pagi tadi sebelum mulai kegiatan selanjutnya.

Saat ini menurut Yul, panggilan akrab beliau menyampaikan juga bahwa sifat individualisme yang tinggi dikalangan generasi muda, membuat madrasah yang dipimpinnya berinisiatif untuk terus melestarikan budaya 7S agar dapat menambah penguatan karakter dan pembiasaan dalam kehidupan sehari-hari.

“Budaya 7S merupakan budaya yang harus terus kita lestarikan, harapannya hal tersebut mudah kita laksanakan setiap hari juga dipertahankan keaktifannya,” kata Yul sapaan beliau dikalangan keluarga besar MIMAU.

Membiasakan diri untuk selalu mempraktekkan 7S ketika berinteraksi dengan orang lain adalah budaya yang positif. Senyum yang tersungging di bibir ketika pertama kali bertemu dapat menyejukkan hati. Salam yang terucap dengan tulus mampu mencairkan suasana apalagi dibarengi dengan jabat tangan. Sapaan ramah “Apa kabar?” membuat orang lain merasa diperhatikan. Dan apalagi disertai dengan semangat yang semringah menambah keceriaan bagi peserta didik yang disambutnya.

Tindakan sopan ketika bertemu atau lewat di depan orang lain, ketika berbicara, maupun ketika berinteraksi dengan orang lain adalah sifat yang harus terus di pupuk. Sikap santun dalam bertindak dapat dimulai dengan tertib ketika bersalaman dengan guru, dengan cara gerak, tindakan dan ucapan yang sopan dan santun kita, akan membuat orang lain merasa dihargai dan dihormati.

Kegiatan yang positif, memberikan kesan pertama yang mengagumkan. Ibarat rumah itulah halamannya, halaman yang tertata rapi dan indah. Keindahan itu ada di kegiatan 7S, kegiatan yang mantap dan harus dilanjutkan. Kegiatan ini juga bisa memberikan daya tarik tersendiri untuk MIMAU dengan jargonnya CEKATAN (Cerdas, Kreatif, Inovatif, dan Qur’ani).

“Kegiatan ini mengajarkan tentang adab dan etika terhadap sesama bukan hanya dengan yang lebih tua juga dengan teman sebaya dan dengan yang lebih muda. Saya suka dengan kegiatan ini, senang rasanya ada yang menyambut kami di pagi hari dengan senyuman dan sapaan,” kesan Dwi Erna Ibu dari Kanaya Najwa siswi kelas 2A MIMAU.(NF)