Banjarnegara (Humas) – Komitmen pelayanan tanpa henti kembali ditunjukkan oleh Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Pandanarum. Di tengah suasana libur dan cuti bersama Hari Raya Idulfitri, pelayanan pencatatan pernikahan tetap berjalan sebagaimana mestinya demi memastikan hak masyarakat tetap terpenuhi. (23/3/2026)
Pada momen tersebut, Mutolib selaku Kepala KUA Pandanarum tetap menjalankan tugasnya dengan menghadiri dan memandu langsung prosesi akad nikah warga. Dedikasi ini menjadi bukti nyata bahwa pelayanan publik di lingkungan Kementerian Agama tidak berhenti meski dalam suasana libur nasional.
Salah satu pasangan yang merasakan langsung pelayanan tersebut adalah Devi, calon pengantin asal Desa Pringamba. Ia mengaku sempat diliputi rasa khawatir karena hari pernikahannya bertepatan dengan masa libur panjang Idulfitri.
Kekhawatiran itu muncul karena ia takut proses pencatatan nikah tidak dapat dilakukan tepat waktu. Namun, rasa cemas tersebut berubah menjadi lega ketika pihak KUA tetap hadir dan memberikan pelayanan secara penuh.
“Saya sempat khawatir karena menikah di hari libur, takut tidak bisa dilayani. Tapi ternyata dari KUA tetap hadir dan membantu dari awal sampai selesai. Saya sangat bersyukur dan berterima kasih,” ungkap Devi dengan penuh haru.
Tak hanya melayani satu pasangan, pada hari yang sama Mutolib bahkan melaksanakan dua prosesi akad nikah di lokasi yang berbeda. Dengan tetap mengedepankan profesionalitas dan ketepatan waktu, seluruh rangkaian pernikahan dapat berjalan dengan lancar, khidmat, dan sesuai ketentuan.
Menurutnya, pelayanan pencatatan pernikahan merupakan salah satu layanan prioritas yang harus tetap diberikan kepada masyarakat, mengingat pentingnya legalitas dalam sebuah pernikahan.
Ia juga menambahkan bahwa semangat melayani ini merupakan bagian dari tanggung jawab moral dan profesional sebagai aparatur negara. Baginya, kepuasan masyarakat menjadi salah satu tolok ukur keberhasilan pelayanan.
Meski harus menjalankan tugas di hari libur, Mutolib tetap berupaya menjaga keseimbangan dengan kehidupan keluarga. Setelah menyelesaikan seluruh rangkaian pelayanan, ia masih dapat meluangkan waktu untuk bersilaturahmi bersama keluarga dan kerabat dalam suasana Idulfitri.
Kehadiran KUA di tengah masyarakat pada momen seperti ini menjadi bukti bahwa negara hadir dalam setiap aspek kehidupan, termasuk dalam peristiwa sakral seperti pernikahan. Pelayanan yang tetap berjalan di hari libur juga mencerminkan nilai pengabdian, tanggung jawab, dan profesionalitas aparatur KUA.
(ev/azd)
