Banjarnegara (Humas) – Upaya peningkatan kualitas kesehatan dan ketahanan keluarga terus dilakukan melalui sinergi lintas sektor. Hal tersebut terlihat dalam kegiatan Bimbingan dan Penyuluhan yang dilaksanakan di Posyandu Margi Mulia Desa Pasegeran, hasil kolaborasi antara Penyuluh Agama Islam KUA Pandanarum yaitu Suprihatin, dan Bidan Desa Pasegeran yang diwakili Dita. (23/1/2026)
Kegiatan ini diikuti oleh sekitar 20 ibu-ibu yang memiliki balita, yang tampak antusias dan mengikuti seluruh rangkaian acara dengan penuh kebahagiaan. Suasana kegiatan berlangsung hangat dan komunikatif, mencerminkan semangat kebersamaan antara petugas dan masyarakat.
Dalam sesi penyuluhan kesehatan, Dita selaku Bidan Desa menyampaikan sosialisasi mengenai jenis-jenis alat kontrasepsi. Materi yang disampaikan meliputi pengenalan berbagai metode KB, manfaat pengaturan jarak kelahiran, serta pentingnya perencanaan keluarga demi kesehatan ibu dan tumbuh kembang anak. Penyampaian dilakukan secara interaktif sehingga para ibu dapat bertanya dan berdiskusi secara langsung.
“Kegiatan seperti ini sangat efektif karena ibu-ibu tidak hanya mendapatkan informasi kesehatan, tetapi juga penguatan nilai-nilai keagamaan. Harapannya, para ibu semakin sadar akan pentingnya perencanaan keluarga dan perannya dalam membentuk generasi yang sehat dan berkualitas,” ungkapnya.
Sementara itu, Suprihatin memberikan penyuluhan keagamaan dengan tema peran ibu dalam perspektif Islam. Dalam materinya, disampaikan bahwa ibu memiliki peran sentral dalam keluarga, tidak hanya sebagai pendamping suami, tetapi juga sebagai pendidik pertama dan utama bagi anak-anak. Nilai-nilai keislaman dalam pengasuhan anak ditekankan sebagai fondasi dalam membentuk generasi yang sehat, berakhlak, dan beriman.
Kolaborasi antara penyuluhan kesehatan dan keagamaan ini dinilai efektif karena mampu menjawab kebutuhan masyarakat secara menyeluruh, baik jasmani maupun rohani. Para peserta merasa mendapatkan tambahan wawasan yang bermanfaat dan relevan dengan kehidupan sehari-hari.
Kegiatan kemudian ditutup dengan pelaksanaan Posyandu sebagaimana mestinya, meliputi penimbangan balita, pencatatan perkembangan anak, serta layanan kesehatan dasar lainnya. Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan para ibu semakin sadar akan pentingnya peran mereka dalam menjaga kesehatan keluarga sekaligus menanamkan nilai-nilai keislaman sejak dini.
(ev/azd)
