Siswa Kelas 7B Unggulan Sastra Teken Surat Keaslian Karya, Siap Melangkah ke Dunia Penerbitan

Banjarnegara — MTs Negeri 1 Banjarnegara kembali menegaskan komitmennya dalam menumbuhkan budaya literasi dan kejujuran akademik melalui kegiatan penandatanganan Surat Keaslian Karya oleh siswa kelas 7B Unggulan Sastra, yang dilaksanakan pada Sabtu (20/12). Kegiatan ini menjadi salah satu tahapan penting sebelum karya-karya siswa dikirimkan ke penerbit untuk dicetak dalam bentuk buku antologi sastra.

Bertempat di lingkungan MTs Negeri 1 Banjarnegara, kegiatan berlangsung dengan khidmat dan penuh makna. Seluruh siswa kelas 7B unggulan sastra secara bergiliran menandatangani surat pernyataan yang menyatakan bahwa karya sastra berupa puisi dan prosa yang mereka tulis merupakan karya asli, bukan hasil plagiasi, serta dapat dipertanggungjawabkan secara moral dan akademik. Surat pernyataan tersebut juga menjadi bentuk izin resmi kepada pihak madrasah untuk menerbitkan karya-karya tersebut dalam sebuah buku antologi.

Koordinator kelas unggulan sastra MTs Negeri 1 Banjarnegara, Sarno, menegaskan bahwa kegiatan ini tidak hanya bersifat administratif, tetapi juga sarat dengan nilai pendidikan karakter. Menurutnya, kejujuran adalah fondasi utama dalam dunia literasi.

“Penandatanganan surat keaslian karya ini adalah bentuk pembelajaran nyata bagi siswa tentang integritas dan tanggung jawab penulis. Sejak dini mereka kami tanamkan bahwa karya sastra harus lahir dari proses berpikir dan perasaan sendiri, bukan meniru atau mengambil milik orang lain,” ujar Sarno.

Ia menambahkan bahwa kelas unggulan sastra dirancang untuk menjadi ruang tumbuh bagi bakat-bakat literasi siswa, sekaligus menyiapkan mereka menghadapi dunia kepenulisan secara profesional. Proses penerbitan buku antologi ini, lanjutnya, menjadi pengalaman berharga yang jarang didapatkan siswa di usia dini.

Sementara itu, Linara, pembimbing sastra kelas 7, menjelaskan bahwa karya-karya yang ditandatangani hari itu merupakan hasil pendampingan intensif selama beberapa bulan. Para siswa dibimbing mulai dari pengolahan ide, pemilihan diksi, hingga keberanian menuangkan gagasan ke dalam tulisan.

“Karya-karya anak-anak ini lahir dari kejujuran rasa. Tema yang diangkat sangat beragam, mulai dari cinta tanah air, keluarga, keimanan, hingga refleksi kehidupan. Penandatanganan surat ini menjadi penanda bahwa mereka siap bertanggung jawab atas tulisannya dan siap melangkah ke tahap berikutnya, yakni penerbitan,” tutur Linara.

Dukungan penuh juga datang dari orang tua siswa. Salah satunya, Faizal Yasin, orang tua wali kelas 7B, menyampaikan apresiasi atas program unggulan sastra yang dijalankan madrasah. Ia menilai kegiatan ini mampu membangun kepercayaan diri dan karakter positif pada anak.

“Kami sebagai orang tua merasa bangga. Anak-anak tidak hanya diajari menulis, tetapi juga diajari jujur, bertanggung jawab, dan berani berkarya. Ini bekal penting untuk masa depan mereka,” ungkapnya.

Perwakilan siswa kelas 7B, Qistina, mengaku senang dan bangga bisa mengikuti kegiatan tersebut. Menurutnya, menandatangani surat keaslian karya menjadi pengalaman yang membuatnya merasa dihargai sebagai penulis muda.

“Awalnya menulis itu menantang, tapi dengan bimbingan guru kami jadi berani. Hari ini rasanya seperti langkah pertama menjadi penulis sungguhan karena karya kami akan dibukukan,” ujar Qistina dengan antusias.

Melalui kegiatan ini, MTs Negeri 1 Banjarnegara berharap budaya literasi, kejujuran, dan apresiasi terhadap karya intelektual terus tumbuh di lingkungan madrasah. Penandatanganan Surat Keaslian Karya bukan hanya penutup dari proses kreatif siswa, tetapi juga gerbang awal mereka memasuki dunia literasi yang lebih luas dan bermakna. (Fy)