Siswa MTsN 4 Banjarnegara Ikuti Sosialisasi Kenakalan Remaja yang Diselenggarakan Polsek Rakit

Banjarnegara – Sebanyak dua puluh siswa MTsN 4 Banjarnegara mengikuti sosialisasi tentang kenakalan remaja dan penerapan protokol kesehatan dalam pembelajaran tatap muka yang diselenggarakan oleh Kepolisian Sektor Rakit, Kabupaten Banjarnegara, bertempat di MTs Negeri 4 Banjarnegara, (18/11).

Tujuan diselenggarakannya sosialisasi tersebut adalah untuk memberikan pemahaman kepada siswa tentang pentingnya penerapan protokol kesehatan secara ketat dalam pembelajaran tatap muka, dan pemahaman tentang kenakalan remaja, penyebab, serta solusinya.

Acara sosialisasi dibuka pada pukul 09.00 WIB oleh wakil kepala bidang Humas, Tofik, Dalam sambutannya, Taufik mewakili madrasah menyampaikan ucapan terima kasih kepada pihak Polsek Rakit selaku penyelenggara, dan menyambut baik acara tersebut, karena acara tersebut sangat bermanfaat bagi para siswa MTs, notabene saat ini usia mereka , para siswa adalah usia yang rawan karena secara psikologis siswa MTS berada pada fase remaja yang dalam perkembangannya masih  mencari jatidiri.

“Penting sekali bagi siswa kami mendapat pengarahan tentang kenakalan remaja, supaya anak-anak memahami dan bisa mencegah terjerumus dari kenakalan remaja, apalagi sosialisasi ini dilakukan oleh pihak kepolisian, para siswa pasti lebih fokus mendengarkan dan mencermatinya,” kata Taufik dalam sambutannya.

Selanjutnya, acara sosialisasi tentang kenakalan remaja dijelaskan oleh Aipda Muksin,  Kanit Binmas Polsek Rakit dan Bripka Umandiyanto, Babinkamtibmas wilayah Kecamatan Rakit.

Kanit Binmas, Mukhsin, menjelaskan dalam sosialisasi tersebut bahwa perlu penerapan protokol kesehatan secara ketat dalam pembelajaran tatap muka di sekolah tujuannya adalah dalam rangka memutus mata rantai penyebaran virus covid-19. Selanjutnya narasumber lebih menekankan penjelasan tentang kenakalan remaja.

Dijelaskan bahwa kenakalan remaja dipengaruhi  oleh faktor internal, yaitu faktor dari dalam diri remaja, salah satunya kontrol diri yang  lemah. Selain itu juga faktor eksternal, yaitu faktor dari luar,  diantaranya faktor keluarga, misalnya kurang komunikasi dengan keluarga, cara mendidik yang  salah, kurangnya penanaman nilai-nilai agama, ataupun salah memilih teman.

Akibat dari kenakalan remaja adalah dapat merugikan fisik dan mental remaja tersebut. Selain itu juga bisa merugikan orang lain. Hal itu tentunya tidak diharapkan.

“Siswa harus tahu kenakalan remaja itu apa, dan jika punya masalah siswa harus terbuka dengan orang tua,  jangan malah curhat di media sosial,  karena hal itu menjadi salah satu pemicu dari kenalan remaja,” pesan Kanit Binmas, Mukhsin, dalam kesempatan tersebut.

Acara sosialisasi tentang kenakalan remaja kemarin berjalan lancar, para siswa mengikuti dengan antusias dan penuh semangat, dengan tetap mematuhi protokol kesehatan yaitu memakai masker dan menjaga jarak.

“Saya sangat senang, karena jadi tahu apa itu kenakalan remaja dan solusi pencegahannya,” ujar Regita Nayla Pratama , salah seorang siswi yang mengikuti acara sosialisasi, ketika ditanya kesan-kesannya mengikuti acara tersebut, yang berakhir pada pukul 12.00 WIB. (ak)