Temukan Solusi, Guru Kelas VB MIMAU Gunakan Metode Problem Based Solving

Banjarnegara (Humas) – Problem Based Solving adalah metode pembelajaran yang melibatkan siswa dalam memecahkan masalah konstektual. Seperti yang diterapkan siswa kelas V B MI Ma’ arif Al Falah Joyokusumo atau MIMAU dengan metode Problem Based Learning (19/2).

Kegiatan yang berlangsung di kelas V B pada mata pelajaran Bahasa Indonesia dan melibatkan siswa kelas V B serta guru. Farida Fitriana selaku wali kelas mengatakan tujuan metode Problem Based Solving untuk membekali siswa bisa menyelesaikan suatu masalah secara mandiri dalam hal ini menyelesaikan soal terkait fakta dan opini.

Metode ini cocok diterapkan untuk berlatih problem solving karena melibatkan siswa dalam pemecahan masalah. Metode tersebut diterapkan pada siswa kelas V B pada mata pelajaran Bahasa Indonesia terkait fakta opini. Farida Fitriana mengatakan awal menerapkan metode ini supaya siswa bernalar kritis.

“Karena ingin melatih siswa berpikir secara mandiri memecahkan suatu masalah, seperti profil pelajar pancasila bernalar kritis. Siswa diajarkan bernalar kritis pada mata pelajaran Bahasa Indonesia terkait fakta dan opini dengan metode PBL,” ujar Farida Fitriana wali kelas V B.

Adapun media yang digunakan dalam metode ini adalah tarik snack. Media ini merupakan ide dari wali kelas V B untuk mendukung metode Problem Based Learning

“Tarik snack ini berisi bermacam-macam snack yang di belakangnya ada kantong plastik berisi pertanyaan fakta opini, anak-anak bergantian tiga-tiga mengambil snack fakta opini dengan permainan, caranya anak diputar tiga kali lalu maju dengan tutup mata, lalu mencari letak tarik snack fakta opini, setelah mendapatkan anak-anak membuka kantong plastik bertempel di setiap snack yang didapat, anak-anak mengklasifikasikan pertanyaan yang ada di setiap kantong plastik ke dalam fakta dan opini,” jelas Farida Fitriana wali kelas V B.

Metode dan media ini disambut baik oleh siswa kelas V B karena santai dan menyenangkan

“Sangat senang dan gembira ketika ustazah memberikan pembelajaran menarik apa lagi ditambah bonus snack, belajar terasa enjoy dan happy,” ujar Syakira Khayla Delisha Putri siswa kelas V B. Adanya metode Problem Based Learning diharapkan bisa melatih nalar siswa lebih kritis dalam memecahkan suatu masalah. (RF)