Banjarnegara (Humas) – Upaya memperkuat nilai-nilai spiritual dan kualitas ibadah umat terus digalakkan oleh Kantor Agama (KUA) Kecamatan Pagentan. Pada Selasa (20/10/2026), Penyuluh Agama Islam KUA Pagentan, Sutrisno, menggelar kegiatan bimbingan dan penyuluhan (Bimluh) rutin bertempat di Majelis Taklim Riyadussolihin, Desa Kalitlaga, Kecamatan Pagentan.
Kegiatan bimbingan yang mengusung tema “Pentingnya Mengerjakan Ibadah Sunnah dalam Kehidupan Sehari-hari” ini diikuti oleh 20 orang jemaah setempat dengan penuh khidmat dan antusias.
Dalam pemaparannya, Sutrisno menekankan bahwa ibadah sunnah bukan sekadar amalan tambahan, melainkan sarana efektif untuk menyempurnakan ibadah wajib serta mendekatkan diri (taqarrub) kepada Allah SWT.
“Ibadah wajib adalah fondasi utama kita sebagai seorang Muslim, sedangkan ibadah sunnah hadir untuk melengkapi serta menambal kekurangan-kekurangan dalam amalan wajib kita. Ketika kita mampu merutinkan amalan sunnah, seperti shalat rawatib, puasa sunnah, maupun sedekah, hati akan terasa lebih tenang dan keberkahan hidup akan senantiasa menyertai,” ujar Sutrisno di hadapan para jemaah.
Ia juga menambahkan bahwa konsistensi (istiqamah) dalam menjalankan ibadah sunnah, meskipun dalam skala kecil, jauh lebih dicintai oleh Allah SWT daripada amalan besar yang hanya dilakukan sesekali.
Kehadiran penyuluh agama KUA Pagentan ini mendapat apresiasi hangat dari pengurus dan jemaah Majelis Taklim Riyadussolihin. Ketua Majelis Taklim Riyadussolihin, Kartomo, menyampaikan rasa terima kasihnya atas bimbingan yang secara berkelanjutan diberikan kepada masyarakat Desa Kalitlaga.
“Kami sangat bersyukur dan berterima kasih atas kehadiran Pak Sutrisno yang senantiasa setia memberikan pencerahan dan ilmu agama kepada kami di Desa Kalitlaga. Materi tentang ibadah sunnah ini sangat menyentuh dan menjadi pengingat penting bagi 20 orang jemaah yang hadir hari ini agar tidak hanya terpaku pada yang wajib saja, tetapi juga makin bersemangat mengejar amalan sunnah,” ungkap Kartomo.
Melalui kegiatan bimbingan dan penyuluhan ini, KUA Kecamatan Pagentan berharap syiar Islam di wilayah pedesaan semakin hidup. Masyarakat diharapkan tidak hanya memahami syariat secara teoretis, tetapi juga mampu mengimplementasikannya dalam pembentukan karakter dan akhlakul karimah di kehidupan sehari-hari.
(3S/azd)
