Tingkatkan Semangat Literasi Keagamaan, Penyuluh KUA Pagentan Bedah Keutamaan Majelis Taklim di Sokaraja

kerukunan umat di tingkat desa, Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Pagentan terus mengintensifkan program bimbingan penyuluhan keagamaan. Pada Jumat (23/1/2026), Penyuluh Agama Islam KUA Pagentan, Sutrisno, menyambangi Majelis Taklim Ar-Rohman di Desa Sokaraja untuk memberikan pembekalan bertajuk “Keutamaan Majelis Taklim”.

Kegiatan yang berlangsung khidmat di masjid ini dihadiri oleh sekitar 40 jamaah yang antusias menyimak materi. Kehadiran penyuluh di tengah masyarakat ini merupakan representasi kehadiran negara melalui Kementerian Agama dalam memberikan pendampingan spiritual yang berkualitas bagi warga pedesaan.

Dalam tausiyahnya, Sutrisno menekankan bahwa usia bukanlah penghalang untuk terus belajar. Ia memberikan motivasi agar para jamaah tetap konsisten hadir dalam majelis ilmu sebagai bentuk kewajiban seorang muslim.

“Hadirin sekalian, kita semua berkewajiban menuntut ilmu. Nah, ngajinya orang-orang yang sudah seperti kita-kita ini ya begini ini, bersama-sama hadir di majelis taklim kemudian kita mendengarkan penyampaian ilmu. Iya to? Tidak mungkin kita setua ini nyantri di pondok pesantren, nyantri lama malah meninggalkan keluarga” ujar Sutrisno yang disambut anggukan setuju dari para hadirin.

Sutrisno menambahkan bahwa majelis taklim adalah “taman surga” di dunia. Selain sebagai tempat transfer pengetahuan (takhrijul ilmi), majelis ini juga berfungsi sebagai sarana silaturahmi yang efektif untuk mempererat ukhuwah islamiyah antarwarga Desa Sokaraja.

Ketua Majelis Taklim Ar-Rohman, H. Samsuddin, menyambut baik kehadiran penyuluh dari KUA Pagentan. Menurutnya, program jemput bola yang dilakukan KUA sangat membantu pengurus dalam menghidupkan kegiatan keagamaan di desa.

“Hadir di majelis taklim ini banyak sekali keutamaannya. Marilah kita senantiasa ikuti bersama, insyaAlloh kita akan mendapatkan banyak ilmu dan juga ridho Alloh Swt. Lagi pula ini kan tidak setiap hari, jadi kita sempatkan untuk bertolabul ilmi. Lagipula ini ada program penyuluhan dari KUA sehingga tidak perlu repot cari pemateri dari mana-mana,” ungkap H. Samsuddin.

Kegiatan bimbingan ini diakhiri dengan sesi tanya jawab interaktif mengenai persoalan ibadah praktis sehari-hari. Diharapkan dengan pembinaan rutin ini, kualitas pemahaman agama masyarakat di Kecamatan Pagentan, khususnya di Desa Sokaraja, semakin meningkat dan membawa keberkahan bagi lingkungan sekitar. 

(3S/azd)