Banjarnegara (Humas) — Kebijakan Work From Anywhere (WFA) yang seringkali dikhawatirkan dapat mengendurkan ritme kerja birokrasi, justru dijawab dengan prestasi oleh Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Pagentan, Kabupaten Banjarnegara. Alih-alih melambat, KUA Pagentan menunjukkan bahwa fleksibilitas kerja adalah katalisator untuk meningkatkan efisiensi layanan publik melalui integrasi teknologi dan komitmen tinggi.
Selama periode penerapan WFA pada (25-27/3/2026), suasana pelayanan di KUA Pagentan tetap menunjukkan produktivitas yang stabil. Kepala KUA Pagentan, Sidik Pramono, menegaskan bahwa integritas seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) tidak dibatasi oleh sekat-sekat ruang kantor. Menurutnya, esensi pelayanan publik adalah kehadiran solusi bagi masyarakat, baik itu dilakukan secara tatap muka maupun melalui sistem daring.
“Kami memandang WFA sebagai ujian sekaligus pembuktian. Dengan koordinasi yang solid dan pemanfaatan infrastruktur digital, kami menjamin tidak ada satu pun urusan masyarakat yang terbengkalai,” tegas Sidik.
Untuk memastikan roda organisasi tetap berputar kencang, KUA Pagentan menerapkan langkah-langkah komprehensif dalam operasional harian mereka:
- Akselerasi SIMKAH Digital: Optimalisasi Sistem Informasi Manajemen Nikah (SIMKAH) menjadi tulang punggung dalam memproses administrasi secara real-time. Masyarakat dapat berkonsultasi melalui kanal komunikasi daring yang responsif.
- Edukasi dan Bimbingan Penyuluh Agama: Penyuluh Agama Islam tetap aktif menjalankan fungsi edukasi dan konsultasi keagamaan. Meskipun dalam skema WFA, para penyuluh memanfaatkan platform digital untuk memberikan penyuluhan serta tetap melakukan pendampingan langsung di majelis taklim sesuai protokol yang berlaku, memastikan syiar agama tidak terhenti.
- Manajemen Piket Strategis: Kendati mengadopsi WFA, kehadiran fisik di kantor tetap dijaga melalui sistem piket bergilir. Hal ini dilakukan guna mengakomodasi warga yang belum familiar dengan sistem digital atau membutuhkan layanan administratif fisik secara mendesak.
- Mobilitas Penghulu yang Tanggap: Urusan sakral seperti akad nikah dan pemeriksaan dokumen nikah tetap berlangsung sesuai jadwal. Para penghulu tetap terjun ke lapangan dengan koordinasi yang terjaga, memastikan momen penting warga tetap terlaksana dengan lancar.
Respons positif pun mengalir dari warga Kecamatan Pagentan. Masyarakat mengaku tidak merasakan perbedaan signifikan dalam kecepatan layanan dibandingkan hari kerja biasa. Kecepatan petugas dalam merespons pesan singkat maupun telepon terkait rekomendasi nikah serta kehadiran penyuluh di tengah masyarakat menjadi poin plus yang diapresiasi warga.
Keberhasilan KUA Pagentan ini menjadi potret nyata bahwa profesionalisme tidak bergantung pada lokasi kerja, melainkan pada dedikasi dan kesiapan teknologi. Dengan koordinasi yang apik, KUA Pagentan berhasil menjaga kepercayaan publik dan membuktikan bahwa transformasi birokrasi modern dapat berjalan beriringan dengan pelayanan prima.
(msa/azd)
