VOC Parenting vs. Kasih Sayang Profetik: KUA Pagentan Beri Panduan Wali Murid TK Pertiwi Siswarini Kasmaran Agar Anak Tak Hanya Teratur, Tapi Berakhlak Mulia

Banjarnegara (Humas) – Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Pagentan semakin menunjukkan peran proaktifnya dalam mendampingi keluarga muslim kontemporer. Upaya terbaru mereka adalah menjalin kemitraan strategis dengan Taman Kanak-kanak (TK) Pertiwi Siswarini Kasmaran untuk memberikan bimbingan khusus tentang integrasi nilai-nilai keislaman dalam tren pengasuhan anak yang sedang populer.

Langkah ini menegaskan bahwa KUA tidak hanya berfokus pada urusan pernikahan, tetapi juga terlibat dalam pembangunan kualitas keluarga secara holistik. Kolaborasi ini terselenggara pada Kamis (13/11/2025), dengan menghadirkan Penyuluh Agama Islam KUA Pagentan, M. Syaiful Abidin, di hadapan 27 orang tua/wali siswa.

Syaiful Abidin secara spesifik memilih topik yang sangat kontekstual: menimbang dan menyaring pola asuh yang dikenal sebagai “VOC Parenting”. Tren ini, yang disebut-sebut menekankan aspek Visible (terlihat), Organized (terorganisir), dan Consistent (konsisten), menawarkan kerangka disiplin yang terstruktur. Namun, Syaiful Abidin mengingatkan bahwa tanpa sentuhan spiritual, struktur yang kaku berisiko mengabaikan kebutuhan emosional anak.

Menurut Syaiful Abidin, “VOC Parenting” yang mengedepankan ketegasan harus dijiwai dengan nilai-nilai tarbiyah (pendidikan) Islam, yang intinya adalah kasih sayang profetik—meneladani cara Rasulullah saw., mendidik. Disiplin tanpa landasan cinta dan keteladanan, katanya, justru dapat menciptakan jarak emosional dan melukai batin anak.

“Disiplin ala VOC boleh diterapkan sebagai alat untuk menanamkan keteraturan, tetapi ia harus selalu dalam bingkai cinta yang Islami,” tegas M. Syaiful Abidin di hadapan para wali murid. Beliau menambahkan, “Tujuan kita bukan hanya menciptakan anak yang teratur, melainkan anak yang saleh dan bertaqwa. Ini mustahil dicapai jika kita menggunakan kekerasan, baik fisik maupun verbal. Kunci utamanya adalah kelembutan dan teladan orang tua.”

Kepala TK Pertiwi Siswarini Kasmaran, Dwi Astuti Setianingsih, menyambut baik inisiatif ini. Beliau menekankan bahwa peran KUA sangat vital dalam membantu orang tua menyelaraskan pendidikan agama di rumah dengan materi ajar di sekolah.

“Kolaborasi ini memberikan panduan yang sangat jelas bagi wali siswa kami. Di era tren parenting yang begitu banyak, penjelasan dari KUA membantu kami untuk menyaring pola asuh agar tetap berakar pada nilai-nilai kelembutan dan akhlak mulia dalam Islam,” ujar Dwi Astuti Setianingsih.

Sinergi antara KUA Pagentan dan lembaga pendidikan usia dini ini menjadi model efektif bagaimana lembaga keagamaan dapat beradaptasi dan memberikan solusi nyata bagi tantangan pengasuhan di tengah arus modernisasi, memastikan bahwa disiplin dan akhlak berjalan beriringan. 

(msa/ azd)