Dua Guru MTs Negeri 1 Banjarnegara Ikuti Lomba Solo Song PGRI Cabang Banjarnegara

Banjarnegara (Humas) – Kreativitas dan bakat seni guru MTs Negeri 1 Banjarnegara kembali mendapat wadah untuk ditunjukkan. Kali ini, dua guru terbaik mereka, Yuniyati dan Nurwachidin Supriyatno, turut serta dalam lomba Solo Song yang diselenggarakan oleh PGRI Cabang Banjarnegara. Lomba ini digelar secara daring, dengan peserta mengunggah video penampilan ke link khusus yang telah disediakan panitia.

Dalam lomba tersebut, Yuniyati yang juga merupakan wakil kepala urusan kurikulum MTsN 1 Banjarnegara tampil membawakan lagu legendaris Burung Camar. Suara merdu dan penghayatan mendalam yang ia suguhkan membuat penampilannya terasa begitu menyentuh. Sementara itu, Nurwachidin Supriyatno, ketua tim kreatif publikasi sekolah (TKPS) senior, memilih lagu Rumah Kita yang sarat makna kebersamaan dan persaudaraan, dibawakannya dengan penuh semangat dan penghayatan.

Video penampilan keduanya direkam secara khusus di studio musik Madtsansa, fasilitas yang dimiliki madrasah untuk mengembangkan potensi seni siswa maupun guru. Dengan dukungan peralatan musik dan tata ruang yang memadai, suasana rekaman menjadi lebih profesional dan mendukung penampilan mereka.

“Bagi saya, mengikuti lomba ini bukan semata soal kompetisi, melainkan kesempatan untuk menyalurkan hobi dan mengembangkan potensi seni yang saya miliki,” ungkap Yuniyati usai proses perekaman.

Ia juga menambahkan bahwa keterlibatannya dalam ajang ini merupakan wujud partisipasi aktif sebagai anggota PGRI, sekaligus bentuk inspirasi bagi siswa bahwa guru tidak hanya mengajar di kelas, tetapi juga bisa berkarya di bidang seni.

Senada dengan Yuniyati, Nurwachidin Supriyatno merasa pengalaman ini memberikan energi positif.

“Lagu Rumah Kita saya pilih karena memiliki pesan kuat tentang persatuan dan pentingnya menghargai tempat kita tumbuh. Saya ingin menyampaikan bahwa di mana pun kita berada, kita harus tetap berkontribusi dengan sepenuh hati,” tuturnya. Ia berharap penampilannya bisa memberikan semangat kepada rekan guru dan siswa MTs Negeri 1 Banjarnegara.

Dalam persiapan menuju lomba, keduanya mendapat bimbingan langsung dari pelatih vokal madrasah, Hj. Amri Inayati. Beliau menuturkan bahwa kedisiplinan dan ketekunan Yuniyati serta Nurwachidin menjadi kunci utama dalam proses latihan.

“Saya melihat semangat mereka luar biasa. Meski sibuk dengan tugas utama sebagai pendidik, mereka tetap meluangkan waktu untuk berlatih vokal dan teknik olah suara. Itu menunjukkan dedikasi yang patut diapresiasi,” ujar Amri Inayati.

Ia menambahkan, melalui lomba ini guru bisa menunjukkan bahwa seni adalah bagian penting dalam kehidupan dan pendidikan.

Sementara itu, Ketua PGRI ranting Madtsansa, Linara, memberikan apresiasi atas semangat kedua guru tersebut. Menurutnya, partisipasi Yuniyati dan Nurwachidin merupakan bentuk nyata kontribusi MTs Negeri 1 Banjarnegara dalam mendukung kegiatan PGRI.

“Kami sangat bangga dengan keikutsertaan Ibu Yuni dan Pak Nurwachidin. Mereka tidak hanya membawa nama pribadi, tetapi juga mengharumkan nama madrasah. Semoga ini bisa menjadi teladan bagi guru-guru lain untuk selalu aktif dalam berbagai kegiatan positif,” jelas Linara.

Kepala MTs Negeri 1 Banjarnegara, H. Yatiman, juga menyampaikan rasa bangga atas penampilan kedua guru yang telah menunjukkan kreativitasnya.

“Kami selalu mendukung setiap bentuk pengembangan potensi guru. Keikutsertaan Bu Yuni dan Pak Nurwachidin di lomba Solo Song ini menjadi bukti bahwa madrasah tidak hanya unggul dalam akademik, tetapi juga dalam bidang seni. Semoga pengalaman ini semakin mempererat kebersamaan dan memotivasi semua warga madrasah untuk terus berkarya,” tuturnya.

Lomba Solo Song PGRI Cabang Banjarnegara tahun ini memang berbeda dari beberapa cabang lainnya karena dilaksanakan secara daring. Meski begitu, semangat peserta tetap tinggi. Dengan sistem pengumpulan video, setiap peserta ditantang untuk menampilkan performa terbaik di depan kamera, tanpa sorakan langsung dari penonton. Hal ini tentu memberikan nuansa berbeda sekaligus menuntut kreativitas lebih dalam penyajian.

Keikutsertaan Yuniyati dan Nurwachidin Supriyatno bukan hanya menambah catatan prestasi keaktifan guru MTs Negeri 1 Banjarnegara, tetapi juga memperlihatkan bahwa seni dan pendidikan bisa berjalan seiring. Kedua guru ini berharap pengalaman tersebut mampu menumbuhkan motivasi baru, baik untuk guru maupun siswa, agar selalu percaya diri dalam menyalurkan bakat di berbagai bidang.

Dengan dukungan penuh dari kepala madrasah, pelatih vokal, serta keluarga besar MTs Negeri 1 Banjarnegara, keduanya optimistis dapat memberikan yang terbaik. Menang atau tidak bukanlah tujuan utama, melainkan proses berkarya dan menginspirasi yang menjadi nilai sesungguhnya dari keikutsertaan mereka dalam lomba bergengsi ini. (Fy/La)