Police Goes to School di MTs Negeri 1 Banjarnegara: Edukasi Anti Narkoba dan Anti Bullying untuk Remaja

Banjarnegara (Humas) – MTs Negeri 1 Banjarnegara kembali menunjukkan komitmennya dalam mendidik karakter peserta didik melalui kegiatan Police Goes to School yang dilaksanakan pada Senin (22/9). Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangkaian apel pagi yang diikuti oleh seluruh guru, tenaga kependidikan (GTK), serta seluruh siswa Madtsansa di lapangan indoor madrasah.

Apel pagi dimulai pukul 07.00 WIB dan berlangsung khidmat. Dalam kegiatan ini, Polres Banjarnegara menurunkan salah satu anggotanya, Yugo Sumaryono, untuk menjadi pembina apel. Tema pembinaan yang diangkat adalah “Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba dan Anti Perundungan di Kalangan Remaja.”

Kepala MTs Negeri 1 Banjarnegara, H. Yatiman, menyampaikan apresiasinya terhadap kehadiran pihak kepolisian. Menurutnya, kehadiran polisi di sekolah menjadi salah satu cara efektif untuk menanamkan kesadaran hukum dan kedisiplinan kepada siswa.

“Madrasah tidak hanya mendidik kecerdasan akademik, tetapi juga menanamkan nilai-nilai karakter dan budi pekerti. Dengan hadirnya Polres Banjarnegara, anak-anak dapat memahami bahaya narkoba serta dampak negatif bullying sejak dini,” ujar Yatiman.

Pembina apel, Yugo Sumaryono, dalam amanatnya menyampaikan pesan tegas agar seluruh siswa menjauhi narkoba dalam bentuk apa pun. Ia juga mengingatkan pentingnya menciptakan lingkungan sekolah yang bebas dari perundungan.

“Narkoba adalah pintu kehancuran masa depan. Sekali mencoba, hidup kalian bisa berubah. Begitu juga bullying, sekecil apa pun, dapat melukai mental dan jiwa teman kalian. Jadilah remaja yang saling menghormati, saling mendukung, dan berani berkata tidak pada hal-hal yang merugikan,” tegas Yugo di hadapan seluruh peserta apel.

Wakil Kepala Urusan Kesiswaan MTs Negeri 1 Banjarnegara, Ikhsanudin, menambahkan bahwa kegiatan seperti ini akan terus digiatkan secara berkala.

“Kami berterima kasih kepada Polres Banjarnegara. Program seperti ini sejalan dengan visi madrasah untuk mencetak generasi berkarakter. Setelah kegiatan ini, kami akan menindaklanjuti dengan sosialisasi internal dan mengajak OSIS serta wali kelas untuk mengampanyekan anti-bullying di lingkungan madrasah,” jelas Ikhsanudin.

Kegiatan Police Goes to School ini mendapatkan antusiasme yang tinggi dari siswa. Salah satu siswa kelas 8D, Alfin Aqna, mengaku mendapatkan wawasan baru terkait bahaya narkoba.

“Saya jadi lebih paham bahwa narkoba itu bukan hanya merusak tubuh, tapi juga bisa membuat masa depan hancur. Saya dan teman-teman berkomitmen untuk menjauhi narkoba dan mendukung lingkungan sekolah yang sehat,” kata Alfin dengan penuh semangat.

Sementara itu, Naomi Qanita, siswi kelas 7I, menyampaikan kesannya mengenai pesan anti perundungan yang disampaikan dalam apel.

“Kadang kita tidak sadar kalau bercanda kita bisa menyakiti perasaan teman. Pesan dari Pak Polisi membuat saya lebih hati-hati dalam berkata-kata dan bertindak. Saya ingin ikut mengajak teman-teman untuk saling menghargai,” ungkap Naomi.

Kegiatan apel ditutup dengan sesi tanya jawab singkat antara siswa dan pihak kepolisian. Beberapa siswa terlihat aktif bertanya mengenai cara melaporkan kasus bullying serta bagaimana menghindari pergaulan yang berisiko.

Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan siswa MTs Negeri 1 Banjarnegara semakin memahami bahaya narkoba dan pentingnya menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan bebas perundungan.

H. Yatiman menegaskan kembali komitmen madrasahnya untuk terus bersinergi dengan berbagai pihak, termasuk kepolisian.

“Madrasah adalah rumah kedua bagi anak-anak. Sudah menjadi kewajiban kami untuk memastikan mereka aman, terlindungi, dan mendapat bekal yang cukup untuk masa depan. Terima kasih kepada Polres Banjarnegara atas kerja samanya. Semoga kegiatan ini membawa dampak positif yang nyata bagi seluruh warga madrasah,” pungkasnya.

Kegiatan Police Goes to School ini menambah semangat seluruh warga madrasah untuk terus membangun budaya positif di MTs Negeri 1 Banjarnegara. Tidak hanya memberi edukasi, kegiatan ini juga menjadi pengingat bersama bahwa membangun karakter generasi muda adalah tanggung jawab semua pihak. (Fy/La)

Skip to content