Banjarnegara – MI Al Fatah Parakancanggah Banjarnegara (MIFABARA) terus berkomitmen menumbuhkan budaya peduli lingkungan di kalangan peserta didik. Berbagai kegiatan dilakukan secara berkelanjutan melalui program Adiwiyata, mulai dari pembiasaan menjaga kebersihan lingkungan, perawatan tanaman, pengolahan sampah, hingga pemanfaatan hasil kebun madrasah.30/9
MIFABARA menekankan bahwa pembiasaan peduli lingkungan bukan sekadar persiapan untuk menghadapi penilaian, melainkan lebih penting untuk penanaman karakter siswa sejak dini.
Kegiatan sehari-hari siswa MIFABARA selalu diarahkan untuk mencerminkan kepedulian terhadap lingkungan. Anak-anak dibiasakan membuang sampah pada tempatnya, memilah sampah organik dan anorganik, serta melakukan daur ulang sederhana. Selain itu, mereka juga aktif dalam merawat tanaman di taman dan kebun madrasah, seperti menyiram, memberi pupuk, hingga memanen hasil kebun yang kemudian dimanfaatkan untuk kebutuhan bersama.
Menariknya, aktivitas siswa tidak hanya sebatas aksi nyata di lapangan, tetapi juga terekam melalui dokumen kebersihan dan perawatan tanaman yang dimiliki oleh tiap kelas. Dokumen ini wajib dipajang di kelas sebagai bukti data dukung sekaligus bahan evaluasi keberlanjutan program. Dengan cara ini, setiap kelas terdorong untuk konsisten dalam menjaga kebersihan dan merawat lingkungan sekitar.
Menurut koordinator Adiwiyata madrasah, pembiasaan ini melibatkan seluruh warga sekolah. “Kegiatan Adiwiyata di MIFABARA tidak hanya melibatkan siswa, tetapi juga guru dan tenaga kependidikan. Semua berperan dalam membangun kesadaran bahwa menjaga lingkungan adalah tanggung jawab bersama,” jelasnya.
Hal senada juga disampaikan oleh Ning, ketua tim Adiwiyata MI Al Fatah. Ia menegaskan bahwa program ini menjadi sarana penting untuk membentuk karakter siswa. “Adiwiyata di MIFABARA bukan semata untuk persiapan lomba atau penilaian. Kami ingin menanamkan nilai cinta lingkungan dalam diri anak-anak agar terbawa hingga dewasa nanti. Kalau mereka terbiasa bersih, peduli tanaman, dan bijak mengelola sampah sejak kecil, itu akan menjadi bekal berharga dalam kehidupan mereka,” ungkapnya penuh semangat.
Dengan semangat gotong royong dan pembiasaan yang konsisten, MIFABARA optimis dapat meraih hasil terbaik pada Adiwiyata tingkat Provinsi. Namun yang jauh lebih penting adalah bagaimana siswa dapat membawa nilai-nilai kepedulian lingkungan ini ke dalam kehidupan sehari-hari, baik di rumah maupun di masyarakat.(nas)







