Suasana Haru Warnai Pengajian Majelis Taklim Nurul Hidayah: Suprihatin Sampaikan Pesan Menggetarkan tentang Sedekah Si Miskin

Banjarnegara (Humas) – Suasana syahdu menyelimuti pengajian rutin Majelis Taklim Nurul Hidayah yang digelar pada Kamis siang (02/10) pukul 14.00 WIB di Dusun Pingitlor. Kegiatan yang dihadiri oleh para ibu jamaah dari berbagai usia ini menjadi sangat istimewa karena kehadiran Suprihatin selaku Penyuluh Agama Islam Pandanarum, yang hadir membawakan materi bertema “Sedekah Si Miskin yang Menggetarkan Langit Allah”

Pengajian kali ini bertempat di salah satu rumah jamaah, sebuah ruang sederhana namun penuh keberkahan, yang disulap menjadi tempat duduk bersama, lengkap dengan sajadah dan hidangan ringan. Kehangatan dan kekhusyukan para jamaah terasa sejak awal acara dimulai.

Dalam penyampaiannya Suprihatin tak sekadar berceramah, tetapi menyuguhkan kisah-kisah nyata dan refleksi mendalam tentang makna sedekah dari hati yang tulus, terutama dari mereka yang hidup dalam keterbatasan. Ia menceritakan bagaimana seorang miskin yang hanya mampu bersedekah sebiji kurma. Namun karena keikhlasannya, sedekah itu menggetarkan ‘Arsy Allah.

Para jamaah pun tampak larut dalam penyampaian tersebut. Beberapa di antara mereka mengusap air mata, merasa tersentuh oleh kisah dan pemaparan yang begitu menyentuh hati. Ceramah ini bukan hanya mengajak untuk bersedekah, tapi juga menggugah kesadaran akan pentingnya niat dan keikhlasan dalam setiap amal.

Mayoritas anggota Majelis Taklim Nurul Hidayah yang berprofesi sebagai petani merasa sangat dekat dengan pesan yang disampaikan. Suprihatin pun memberikan motivasi yang spesifik dan membumi, mengajak para jamaah untuk mulai membiasakan menyisihkan sebagian dari hasil panen mereka untuk sedekah.

“Ibu-ibu, kalau panen nanti jangan lupa siapkan sebagian untuk sedekah. Sedikit pun tak apa. Kalau itu diniatkan untuk Allah, insya Allah hasil panennya berkah dan rezeki kita diluaskan,” pesannya.

Pesan tersebut disambut dengan anggukan dan senyum haru dari para jamaah. Banyak dari mereka yang merasa mendapatkan pencerahan baru tentang bagaimana mengelola rezeki dan mengutamakan sedekah sebagai bentuk rasa syukur.

Kehadiran Suprihatin tak hanya memberi ilmu, tetapi juga menghadirkan energi spiritual yang membangkitkan semangat berbagi, meski dalam keterbatasan. Di tengah kesederhanaan, tumbuhlah semangat untuk saling menguatkan dalam kebaikan. (ev, azd)

Skip to content