Majelis Taklim Al-Fattah Sidaurip Laksanakan Pengajian Rutin : Penyuluh Agama Islam Pandanarum Bahas Fikih Pemulasaraan Jenazah

Banjarnegara (Humas) – Dalam suasana sore yang khusyuk dan penuh kekeluargaan, Majelis Taklim Al-Fattah Sidaurip Desa Sinduaji, kembali melaksanakan pertemuan rutinnya pada Kamis (02/10) pukul 15.30 WIB hingga selesai. bertempat di Mushola Dusun Sidaurip, kegiatan yang menjadi bagian dari penguatan keilmuan dan silaturahmi antar anggota majelis ini dihadiri oleh 25 jamaah perempuan dari lingkungan sekitar.

Majelis Taklim yang dibina langsung oleh Turno selaku Penyuluh Agama Islam Pandanarum masih konsisten melaksanakan pengajian rutin. Pada pertemuan kali ini ia menyampaikan materi fikih. Kegiatan dimulai dengan pembukaan oleh salah satu pengurus majelis taklim, dilanjutkan dengan pembacaan Surat Yasin dan tahlil yang dipimpin secara bergantian oleh para jamaah.

Tema yang diangkat adalah “Cara Memperlakukan Orang yang Sedang Naza’ (Sakaratul Maut)”, sebuah bahasan penting yang sering kali luput dari perhatian masyarakat awam, namun sangat dibutuhkan dalam kehidupan sehari-hari.

“Menjelang ajal adalah momen paling menentukan. Di saat seperti itu, keluarga harus tahu apa yang harus dilakukan: dari membimbing kalimat tauhid, menjaga suasana tenang, hingga menghindari perkataan atau tindakan yang membuat si sakit gelisah,” terang Turno.

Para jamaah terlihat menyimak dengan serius. Beberapa di antara mereka mencatat poin-poin penting, sementara yang lain sesekali mengangguk atau mengajukan pertanyaan. Penyampaian yang lugas namun ramah membuat materi terasa dekat dengan kehidupan sehari-hari jamaah, apalagi mengingat banyak di antara mereka yang pernah mendampingi anggota keluarga dalam kondisi sakaratul maut.

Suasana hangat dan penuh rasa kekeluargaan terasa jelas sepanjang acara. Majelis Taklim Al-Fattah terus menunjukkan komitmennya dalam menjadi wadah pembinaan spiritual bagi warga, tidak hanya melalui ibadah, tapi juga dengan penguatan ilmu keagamaan praktis.

Turno menyampaikan harapannya agar materi ini bisa ditindaklanjuti dalam pertemuan-pertemuan selanjutnya.

“Insya Allah, kita akan lanjutkan ke bagian berikutnya tentang memandikan, mengafani, dan menyolatkan jenazah. Semoga dengan ilmu ini, kita bisa semakin siap dan tidak panik ketika mendampingi keluarga dalam menghadapi kematian,” pungkasnya.

Majelis taklim ini menjadi bukti nyata bahwa di tengah kesibukan hidup. Para ibu rumah tangga dan perempuan desa tetap memiliki semangat tinggi untuk terus belajar, memperdalam ilmu agama, dan memperkuat ukhuwah Islamiyah. (ev, azd)

Skip to content