Banjarnegara (Humas) – Kementerian Agama Kabupaten Banjarnegara melalui Penyuluh Agama turut berperan aktif dalam Sosialisasi Gerakan Peduli Lingkungan melalui Dakwah, yang digelar di Gedung Sasana Bhakti Praja Setda Banjarnegara, Rabu (9/10/2025).
Kegiatan yang diikuti oleh sekitar 80 peserta ini menghadirkan perwakilan dari Kemenag, kepala dinas terkait, ketua ormas Islam, serta lembaga sosial dan keagamaan se-Kabupaten Banjarnegara.
Dalam sambutannya, Bariadi Djumpaido, Staf Ahli Bupati Bidang SDM, mengingatkan bahwa Banjarnegara termasuk daerah rawan bencana dan darurat sampah, sehingga kepedulian terhadap lingkungan harus menjadi tanggung jawab semua pihak.

“Menjaga lingkungan bukan hanya tugas pemerintah, tapi kewajiban kita bersama — baik secara pribadi maupun kelembagaan, termasuk ormas Islam dan lembaga keagamaan,” tegasnya.
Sementara itu, Toto Subagyo Penyuluh Agama mewakili Kemenag Banjarnegara, menuturkan bahwa Kementerian Agama sangat konsisten dalam isu ekologi dan lingkungan hidup. Melalui penyuluh agama, nilai ekoteologi (teologi lingkungan) terus diperkuat agar dakwah tidak berhenti di lisan, tetapi juga diwujudkan lewat aksi nyata.
“Penyuluh berdakwah bil ilmi, bil lisan, bil mal, dan bil hal — dengan ilmu, ucapan, pengorbanan, dan tindakan,” ungkap Toto.
Ia menambahkan, selama dua tahun terakhir, para penyuluh dan ormas binaan Kemenag Banjarnegara telah melakukan berbagai kegiatan seperti bantuan jamban sehat, penyaluran air bersih, bersih sungai, serta penanaman ribuan pohon di berbagai kecamatan.
“Semua kegiatan ini adalah dakwah dalam bentuk nyata. Kami ingin menumbuhkan kesadaran bahwa menjaga kebersihan diri dan alam adalah bagian dari iman,” tambahnya.
Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk menguatkan kolaborasi lintas sektor dan menanamkan nilai bahwa dakwah sejati tak hanya bicara surga dan neraka, tapi juga tentang menjaga bumi agar tetap lestari. (dr, azd)

