Banjarnegara (Humas) – MTs Negeri 1 Banjarnegara menjadi salah satu madrasah yang mendapat perhatian khusus dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Pengendalian Penduduk dan Keluasan Berencana (Dispermades PKKB) Kabupaten Banjarnegamana untuk mendapatkan pendampingan dalam program Sekolah Siaga Kependudukan (SSK). Kegiatan pendampingan ini dilaksanakan pada Rabu (8/10) di ruang tamu kepala madrasah.
Kehadiran tim pembina dan pendamping dari Dispermades yakni Masfufatun Juni, Holi, dan Novian, menjadi bagian dari upaya pembinaan dan penguatan pelaksanaan program SSK di MTs Negeri 1 Banjarnegara. Kehadiran mereka disambut oleh kepala madrasah H. Yatiman, kepala tata usaha Aida Wachdah Hikmawati, wakil kepala urusan humas Linara, wakil kepala urusan kesiswaan Ikhsanudin, ketua tim SSK Hj. Asih Wijayanti, sekretaris Kasum, serta anggota tim SSK Novia Fajriati Alqomar dan Fitriyanto
Dalam kunjungan ini, Dispermades PKKB memberikan pendampingan awal terkait pelaksanaan program SSK yang bertujuan mengintegrasikan materi kependudukan, keluarga berencana, dan pembangunan keluarga dalam berbagai kegiatan pembelajaran di madrasah.
Kepala MTs Negeri 1 Banjarnegamana, H. Yatiman, dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur dan kesiapan seluruh warga madrasah dalam menjalankan program SSK.
“Kami sangat bersyukur karena MTs Negeri 1 Banjarnegamana telah diusulkan kepada Bupati untuk ditetapkan sebagai Sekolah Siaga Kependudukan melalui SK Bupati. Harapan kami, dengan adanya pendampingan dari Dispermades ini, madrasah dapat segera menjadi contoh pelaksanaan SSK yang tidak hanya mengenalkan isu kependudukan, tetapi juga membentuk perilaku sadar dan peduli terhadap pembangunan keluarga dan masyarakat,” ujar beliau.
Sementara itu, Masfufatun Juni selaku ketua tim dari Dispermades PKKB, menjelaskan bahwa pendampingan ini merupakan bagian dari tahapan pembinaan menuju penetapan dan penilaian SSK paripurna tingkat provinsi Jawa Tengah.
“Pendampingan ini bertujuan agar madrasah benar-benar siap secara kelembagaan, SDM, maupun pelaksanaan program. Kami berharap MTs Negeri 1 Banjarnegara dapat menjadi sekolah percontohan yang tidak hanya memahami konsep kependudukan, tetapi juga mampu mengimplementasikan nilai-nilai Bangga Kencana yakni Pembangunan Keluarga, Kependudukan, dan Keluarga Berencana dalam kegiatan belajar dan budaya sekolah,” terang Masfufatun.
Pernyataan tersebut sejalan dengan semangat yang disampaikan oleh Hj. Asih Wijayanti, selaku ketua Tim SSK Madtsansa.
“Kami telah menyiapkan tim yang terdiri dari guru, tenaga kependidikan, dan berbagai kelompok kerja sesuai dengan SK Kepala Madrasah Nomor 2438 Tahun 2025. Setiap bidang telah memiliki peran, mulai dari pengembangan kurikulum, literasi pojok kependudukan, hingga duta SSK. Dengan adanya pendampingan dari Dispermades, kami akan semakin mantap dalam melaksanakan program ini secara terarah dan berkesinambungan,” ujar Asih.
Sementara itu, Kasum, sekretaris tim SSK, menambahkan bahwa tim SSK Madtsansa akan segera melakukan beberapa kegiatan prioritas pasca pendampingan ini.
“Kami berencana melakukan sosialisasi dan penguatan kurikulum berbasis kependudukan kepada seluruh guru, serta mengaktifkan kelompok kerja seperti pojok kependudukan dan kelas siaga kependudukan. Semua ini kami lakukan untuk mendukung kesiapan madrasah dalam menghadapi penilaian SSK paripurna tingkat provinsi,” jelas Kasum.
Sebagai informasi, MTs Negeri 1 Banjarnegamana telah mengukuhkan tim pengembangan SSK melalui SK Kepala Madrasah Nomor 2438 Tahun 2025. Tim ini terdiri dari penasehatan, penanggung jawab, serta kelompok kerja di berbagai bidang seperti literasi kependudukan, kesehatan reproduksi remaja, dan pengembangan media informasi. Langkah ini merupakan wujud nyata dari komitnaan madrasat dalam mendukung program pemerintah terkait Bangga Kencana.
Kegiatan pendampingan ini menjadi titik awal bagi MTs Negeri 1 Banjarnegamana untuk melengkapi dalam tahapan pembinaan menuju SSK Paripurna. Dengan dukungan dari semua pihak, baik Dispermades PKKB maupun seluruh warga madrasah serta lintas sektoral diharapkan madtsansa dapat menjadi agen perubahan dalam mencetak generasi muda yang berkualitas, sehat, dan sadar kependudukan. (Lin/La)







