Banjarnegara (Humas) – Dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan keagamaan di tingkat masyarakat, Yulis selaku Penyuluh Agama Islam Kecamatan Pandanarum, melakukan kunjungan pembinaan ke TPQ Baitul Makmur yang berlokasi di Dusun Jambean, Desa Pringamba. Kegiatan ini berlangsung pukul 15.30 WIB bertempat di serambi Masjid Baitul Makmur. (09/10)
Kunjungan ini merupakan bagian dari tugas penyuluh dalam memberikan pembinaan keagamaan secara langsung kepada masyarakat, khususnya kepada generasi muda Islam yang sedang menempuh pendidikan Al-Qur’an. Dalam kesempatan tersebut, Yulis disambut hangat oleh para ustaz dan ustazah TPQ serta para santriwan dan santriwati yang telah berkumpul dengan antusias.
Kegiatan diawali dengan sesi bimbingan baca tulis Al-Qur’an, di mana Yulis turut mendampingi dan membimbing para santri dalam melafalkan ayat-ayat suci Al-Qur’an dengan benar. Ia juga memberikan motivasi kepada anak-anak untuk terus semangat dalam menghafal surah-surah pendek dalam Juz ‘Amma.
Tak hanya memberikan pendampingan teknis, Yulis juga menyisipkan nilai-nilai akhlak Islami dan pentingnya menuntut ilmu agama sejak dini, mengingat masa anak-anak adalah fase emas untuk menanamkan kecintaan terhadap Al-Qur’an.
Setelah sesi pembelajaran selesai, kegiatan dilanjutkan dengan game edukatif Islami yang bertujuan mengasah daya ingat dan semangat belajar santri. Game yang dimainkan adalah “Tebak Surat” dan “Sambung Ayat”, di mana anak-anak diminta menebak nama surat dari potongan ayat yang dibacakan, serta melanjutkan ayat berikutnya secara bergiliran.

Suasana menjadi lebih hidup dan menyenangkan. Para santri terlihat sangat antusias dan semangat, bahkan saling berebut untuk menjawab. Tawa riang dan semangat kebersamaan mewarnai serambi masjid sore itu, menunjukkan bahwa belajar agama bisa dikemas dengan cara yang interaktif dan menggembirakan.
Melalui kunjungan ini, Yulis berharap TPQ Baitul Makmur terus menjadi tempat yang nyaman dan produktif bagi para generasi muda untuk mendalami ilmu agama, khususnya dalam membaca, menulis, dan menghafal Al-Qur’an. Ia juga menegaskan pentingnya sinergi antara penyuluh agama, pengajar TPQ, dan orang tua santri dalam mendukung tumbuh kembang spiritual anak-anak.
“Semoga kegiatan seperti ini dapat terus dilakukan secara berkala, karena TPQ merupakan ujung tombak pendidikan agama Islam di tingkat akar rumput,” ujar Yulis di akhir kegiatan. (ev)







