KUA Rakit Hadirkan Penguatan Spiritual bagi Pasien Puskesmas Rakit 1

Banjarnegara (Humas) — Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Rakit melaksanakan kegiatan Bimbingan Rohani bagi pasien di Puskesmas Rakit 1, pada Kamis (10/10). Dalam kegiatan tersebut, Tim bimbingan rohani KUA Rakit memberikan pendampingan spiritual kepada lima pasien, yang terdiri dari tiga pasien dewasa, satu pasien anak-anak, dan satu pasien ibu hamil.

Tim KUA Rakit yang melaksanakan bimbingan rohani meliputi Hakimuddin, Evi Nurfitri Aminah, Herwan Okta Yoza, dan Ananda Rizki Setiawan. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan penguatan mental dan spiritual kepada para pasien agar tetap memiliki semangat dan ketenangan batin selama menjalani perawatan.

Dalam penyampaiannya, para pembimbing rohani menekankan pentingnya tetap melaksanakan salat dalam kondisi apa pun, termasuk ketika sedang sakit. Mereka juga memberikan penjelasan mengenai tata cara salat bagi orang yang memiliki keterbatasan fisik, sehingga ibadah tetap bisa dijalankan sesuai kemampuan.

Kegiatan ditutup dengan doa bersama, memohon kepada Allah SWT agar para pasien diberikan kesembuhan, kekuatan, dan kesabaran. Suasana khidmat dan khusyuk terasa di ruang perawatan, menghadirkan ketenangan dan semangat baru bagi para pasien serta keluarganya.

Kepala KUA Rakit, Afif Sarianto, menyampaikan apresiasi terhadap pelaksanaan kegiatan tersebut. “Bimbingan rohani di puskesmas ini merupakan bagian dari pelayanan keagamaan KUA yang tidak hanya berfokus pada urusan pernikahan, tetapi juga hadir untuk memberikan dukungan spiritual bagi masyarakat yang membutuhkan,” ujarnya.

beliau menambahkan bahwa kegiatan semacam ini akan terus dilakukan secara berkelanjutan. “Kami berharap, melalui bimbingan rohani ini, pasien mendapatkan ketenangan hati dan kekuatan iman, karena kesembuhan sejati datang bukan hanya dari pengobatan, tetapi juga dari kedekatan dengan Allah SWT,” pungkasnya.

Dengan kegiatan ini, KUA Rakit berkomitmen untuk terus memperluas peran dan layanan keagamaan di tengah masyarakat, termasuk di lingkungan kesehatan, sebagai bentuk nyata kehadiran negara melalui Kementerian Agama. (ars)

Skip to content