Penyuluh Agama Islam Karangkobar Dampingi Mustahiq Produktif BAZNAS Jateng Menuju Kemandirian Ekonomi

Banjarnegara (Humas) – Penyuluh Agama Islam Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Karangkobar, Zuhri, melakukan pendampingan kepada lima calon mustahiq produktif penerima bantuan modal usaha dari BAZNAS Provinsi Jawa Tengah. Kegiatan ini dilaksanakan pada Senin (27/10) di wilayah Kecamatan Karangkobar. 

Pendampingan ini merupakan upaya untuk memastikan bahwa bantuan yang diberikan dapat dikelola secara tepat sasaran dan berkelanjutan, khususnya bagi pelaku usaha mikro yang terdampak kondisi ekonomi saat ini. Bantuan produktif dari BAZNAS Provinsi Jawa Tengah menjadi bagian dari komitmen dalam meningkatkan kesejahteraan umat melalui pemberdayaan ekonomi mustahiq.

Zuhri menjelaskan bahwa peran penyuluh agama tidak hanya dalam pembinaan keagamaan, tetapi juga melibatkan pendampingan sosial ekonomi umat. Ia menekankan pentingnya peningkatan kapasitas usaha penerima manfaat agar dapat berkembang dan mampu memenuhi kebutuhan keluarga secara mandiri.

“Kami berharap para mustahiq dapat memanfaatkan bantuan modal ini sebaik mungkin, mengembangkan usaha yang dijalankan, dan pada akhirnya mampu meningkatkan taraf hidup keluarga. Ketika usaha mereka berkembang, kami juga berharap mereka turut menyisihkan sebagian hasil usaha untuk berinfak melalui majelis taklim, sehingga manfaat bantuan ini terus berputar dan dirasakan umat yang lain,” ujar Zuhri setelah kegiatan pendampingan.

Selain memberikan arahan terkait pengelolaan usaha, penyuluh juga akan melakukan monitoring berkala untuk memantau perkembangan usaha para mustahiq. Langkah ini dilakukan sebagai bentuk pertanggungjawaban sekaligus memastikan hasil yang signifikan dari bantuan yang telah digulirkan.

Kehadiran penyuluh agama sebagai pendamping lapangan diharapkan mampu memperkuat sinergi pemerintah dengan BAZNAS dalam memberantas kemiskinan melalui dana zakat yang lebih produktif.

“Dengan sinergi ini, kami optimis semakin banyak masyarakat yang terbantu dan mampu bangkit menjadi pribadi yang mandiri serta akhirnya menjadi muzakki,” tambahnya.

Kegiatan tersebut diharapkan dapat menjadi stimulus dalam membangun kemandirian ekonomi umat di Karangkobar dan membuka peluang tumbuhnya usaha-usaha kecil yang berdaya saing. 

(az/ azd)