Banjarnegara (Humas) – Pada Kamis (27/11/2025), Penyuluh Agama Islam Kecamatan Mandiraja melaksanakan kegiatan layanan psikososial khusus bagi anak-anak korban bencana tanah longsor Situkung, Pandanarum. Kegiatan ini dipusatkan di Posko Pengungsian Gedung IPHI Pandanarum dan diikuti anak-anak yang hingga kini masih tinggal sementara di posko.
Program layanan psikososial ini bertujuan membantu anak-anak mengurangi trauma, mengembalikan keceriaan, dan meningkatkan ketahanan mental setelah mengalami musibah yang mengguncang kehidupan mereka. Kegiatan dikemas dalam bentuk permainan edukatif, ice breaking, dongeng nilai-nilai akhlak, serta sesi berbagi perasaan secara ringan agar anak-anak dapat mengekspresikan diri dengan aman.
Penyuluh Agama Islam Feti Sulistiyani menyampaikan bahwa kegiatan ini sangat penting untuk memastikan kondisi emosional anak-anak tetap stabil. “Anak-anak adalah kelompok paling rentan saat bencana. Lewat kegiatan ini, kami berusaha menghadirkan kembali rasa aman dan kegembiraan di tengah situasi yang tidak menentu. Mereka butuh ruang untuk tertawa, bermain, dan merasa diperhatikan,” ujarnya.

Sementara itu, Penyuluh Agama Islam Dian Setiadi menambahkan bahwa pendekatan agama juga disisipkan secara ringan untuk menguatkan harapan dan optimisme. “Kami menyampaikan pesan-pesan spiritual yang mudah dipahami anak-anak, seperti makna sabar, syukur, serta pentingnya saling membantu. Harapannya, anak-anak dapat tumbuh kembali rasa percaya diri dan kekuatan batin,” ungkapnya.
Kepala KUA Mandiraja, H. Musobihin, memberikan apresiasi tinggi atas inisiatif penyuluh yang terus hadir di tengah masyarakat terdampak bencana. Ia menegaskan bahwa pendampingan psikososial adalah bagian penting dari layanan kemanusiaan Kementerian Agama. “Kami sangat mendukung kegiatan ini. Penyuluh agama tidak hanya memberikan bimbingan keagamaan, tetapi juga menjadi pendamping psikologis yang membantu masyarakat, terutama anak-anak, agar tidak larut dalam trauma,” tuturnya.
Dengan terlaksananya kegiatan ini, diharapkan kondisi emosional anak-anak pengungsi dapat membaik, serta tumbuh kembali motivasi dan energi positif selama masa pemulihan. Penyuluh Agama Islam Kecamatan Mandiraja berkomitmen untuk terus memberikan pendampingan berkelanjutan hingga para pengungsi dapat kembali hidup normal di lingkungan mereka masing-masing.
(F/M, azd)







