Trio Ufa, Eta dan Kalila; Tim Riset MTs Negeri 1 Banjarnegara Peraih Medali Emas di Nalatico 2025

Banjarnegara – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan MTs Negeri 1 Banjarnegara melalui satu-satunya tim risetnya yang berhasil meraih medali emas pada ajang Nala Technology and Science Competition (Nalatico) 2025 yang digelar pada Kamis pekan lalu. Keberhasilan ini menambah daftar panjang pencapaian madrasah dalam dunia riset dan inovasi ilmiah tingkat nasional.

Tim riset yang beranggotakan Dhiyaufa Adlima Widodo, Dhiyaa Maretta Rihadatul Aisy, dan Kalila tersebut dinilai menonjol berkat penelitian mereka yang mengangkat tema “Efektivitas Kalkulator Zakat BAZNAS sebagai Media Kalkulasi Zakat Maal di Banjarnegara.” Gagasan penelitian ini berfokus pada pemanfaatan teknologi digital yang dikembangkan BAZNAS untuk membantu masyarakat dalam menghitung zakat maal dengan lebih praktis, akurat, dan mudah diakses.

Tim Warta Madtsansa berkesempatan mewawancarai ketiga anggota tim riset tersebut pada Sabtu (29/11) setelah mereka selesai mengikuti pelaksanaan ASAS hari ke-7. Meski kondisi fisik terlihat lelah karena padatnya agenda, namun kebahagiaan terpancar jelas dari raut wajah mereka saat menceritakan proses perjuangan hingga meraih medali emas.

“Kami tidak menyangka bisa menjadi satu-satunya tim yang meraih medali emas. Awalnya kami hanya ingin memberikan yang terbaik, tetapi hasil ini benar-benar di luar dugaan,” ungkap Dhiyaufa, ketua tim, dengan senyum antusias.

Hal senada juga disampaikan Dhiyaa Maretta, yang mengaku sempat mengalami kendala dalam pengumpulan data lapangan.

“Kami harus memastikan responden benar-benar memahami penggunaan kalkulator zakat. Ada beberapa warga yang belum familiar dengan teknologi digital, sehingga kami memberikan pendampingan singkat. Justru dari situ kami mendapat banyak insight untuk memperkuat analisis,” ujarnya.

Sementara itu, Kalila menambahkan bahwa keberhasilan tim tidak lepas dari kerja sama, bimbingan guru, dan dukungan madrasah.

“Kami saling menguatkan. Kalau ada bagian yang sulit, kami kerjakan bersama. Dukungan Bu Musfiatul dan semua guru benar-benar membantu,” jelasnya.

Dalam kompetisi Nalatico 2025, tim riset MTs Negeri 1 Banjarnegara dinilai unggul karena mengangkat tema yang dekat dengan kebutuhan masyarakat dan sesuai perkembangan zaman. Penggunaan kalkulator zakat digital masih terus digalakkan oleh BAZNAS, namun belum semua masyarakat memahami fungsinya secara optimal.

Penelitian ini tidak hanya menghasilkan temuan ilmiah, tetapi juga rekomendasi praktis bagi peningkatan literasi zakat maal di Banjarnegara. Hal tersebut menjadi nilai tambah yang membuat juri memberikan apresiasi tinggi.

Wakil Kepala Urusan Kesiswaan MTs Negeri 1 Banjarnegara, Ikhsanudin, memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas prestasi tersebut. Ia menyampaikan bahwa pencapaian ini merupakan bukti bahwa madrasah tidak kalah bersaing dalam dunia penelitian.

“Ini adalah kebanggaan bagi keluarga besar Madtsansa. Menjadi satu-satunya tim yang meraih medali emas di ajang sebesar Nalatico tentu bukan hal mudah. Mereka telah menunjukkan bahwa siswa madrasah mampu berinovasi, mampu membaca kebutuhan zaman, dan mampu menghasilkan penelitian yang bermanfaat bagi masyarakat,” ujar Ikhsanudin.

Ia juga menegaskan bahwa pihak madrasah akan terus memberikan ruang dan fasilitas bagi siswa-siswi yang ingin mengembangkan diri dalam riset ilmiah.

“Kami berkomitmen mendukung penuh. Prestasi seperti ini harus menjadi motivasi bagi adik-adik kelas untuk terus berkarya,” tambahnya.

Prestasi ini juga tidak lepas dari peran pembina riset, Musfiatul Muniroh, yang mendampingi tim sejak tahap penyusunan proposal hingga presentasi final. Menurutnya, proses yang dilalui para siswa tidak selalu mulus, namun mereka menunjukkan ketekunan yang luar biasa.

“Mereka anak-anak yang hebat. Dalam riset, yang dibutuhkan bukan hanya kecerdasan, tetapi juga ketekunan, disiplin, dan kemampuan bekerja sama. Ketiganya mampu menunjukkan itu,” kata Musfiatul.

Ia berharap keberhasilan ini dapat menjadi inspirasi bagi siswa lain untuk terjun dalam dunia penelitian. “Riset bukan hanya tentang lomba, tetapi juga tentang memupuk rasa ingin tahu dan kepekaan terhadap lingkungan sekitar,” ujarnya.

Keberhasilan meraih medali emas di Nalatico 2025 menjadi bukti bahwa siswa MTs Negeri 1 Banjarnegara memiliki potensi besar dalam bidang riset dan teknologi. Prestasi ini sekaligus menegaskan posisi madrasah sebagai salah satu pusat pengembangan riset berbasis madrasah di tingkat Jawa Tengah.

Dengan semangat dan dukungan dari seluruh warga madrasah, tim riset Madtsansa berharap dapat terus melahirkan karya-karya ilmiah yang bermanfaat bagi masyarakat. Mereka percaya perjalanan riset tidak berhenti sampai di sini justru baru dimulai. (Fy)

Skip to content