Banjarnegara (Humas) — Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Banjarnegara melalui Penyuluh Agama Islam Fungsional dan Penyuluh PPPK melaksanakan kegiatan penyuluhan sekaligus pembinaan Pelatihan Pemulasaraan Jenazah bagi pengurus Masjid Al Ansor, Kelurahan Semarang, pada Kamis (20/1/2026). Kegiatan berlangsung pukul 09.00 hingga 12.00 WIB dan diikuti oleh 25 peserta yang terdiri dari bapak-bapak dan ibu-ibu.
Kegiatan ini dipandu oleh Nasirin, Penyuluh Agama Islam Fungsional KUA Banjarnegara, yang bertindak sebagai narasumber utama. Pelatihan bertujuan untuk memberikan pemahaman serta keterampilan praktis kepada masyarakat mengenai tata cara pengurusan jenazah sesuai syariat Islam, mulai dari memandikan, mengkafani, menyalatkan, hingga menguburkan. Pemulasaraan jenazah merupakan kewajiban kolektif (fardhu kifayah) yang penting untuk dikuasai oleh masyarakat.
Dalam sesi teori, Nasirin menjelaskan secara rinci hukum-hukum pemulasaraan jenazah, adab yang harus diperhatikan, serta perbedaan tata cara pengurusan jenazah laki-laki dan perempuan. Ia menekankan pentingnya kesiapan sumber daya manusia di tingkat lingkungan agar masyarakat tidak merasa takut atau ragu ketika harus mengurus jenazah.
Sementara itu, Ketua Takmir Masjid Al Ansor, Ahmad Takkir, dalam sambutan pembukaan menyampaikan bahwa kemandirian masyarakat dalam pengurusan jenazah merupakan kebutuhan mendesak.
“Kemandirian dalam mengurus jenazah sangat penting. Selama ini, SDM yang benar-benar memahami tata caranya masih terbatas. Pelatihan ini menjadi langkah awal agar setiap RT dan RW se-Kelurahan Semarang memiliki tim yang siap sedia ketika dibutuhkan,” ujarnya.
Puncak kegiatan diisi dengan sesi praktik. Peserta dibagi ke dalam kelompok laki-laki dan perempuan untuk mempraktikkan simulasi memandikan dan mengafani jenazah menggunakan manekin, serta latihan menyalatkan jenazah dengan pendampingan langsung dari narasumber.
Dalam sambutannya, Nasirin kembali menegaskan bahwa pelatihan pemulasaraan jenazah merupakan kebutuhan pokok masyarakat.
“Masyarakat jangan sampai takut mengurus jenazah. Justru harus bisa dan berani, agar ketika suatu saat dimintai pertolongan secara mendadak, sudah siap dan mampu menanganinya,” katanya.
Antusiasme peserta terlihat tinggi sepanjang kegiatan. Salah satu peserta, Mutohar, mengaku bersyukur dapat mengikuti pelatihan tersebut.
“Pelatihan ini sangat bermanfaat. Selama ini saya hanya tahu secara sekilas, sekarang jadi lebih yakin dan memahami langkah-langkah yang benar, termasuk pentingnya menjaga aurat dan kebersihan jenazah,” ungkapnya.
Kegiatan ditutup dengan penyerahan sertifikat kepada peserta serta komitmen bersama untuk membentuk tim amil jenazah di tingkat lingkungan terkecil. Meski dilaksanakan dari pagi hingga siang hari di tengah tingginya tingkat kesibukan warga Kelurahan Semarang, kegiatan ini tetap diikuti dengan penuh semangat oleh peserta. Hal tersebut menjadi kebanggaan tersendiri bagi penyelenggara karena menunjukkan tingginya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pengurusan jenazah sesuai syariat Islam.
Diharapkan, melalui pelatihan ini, masyarakat memiliki bekal pengetahuan dan keterampilan yang memadai sehingga dapat menjalankan kewajiban fardhu kifayah secara mandiri, aman, dan sesuai syariat, serta meningkatkan kualitas pelayanan pemulasaraan jenazah di lingkungan masing-masing.
