Peduli Bumi, KUA Rakit Lestarikan Nilai Ekoteologi melalui Aksi Bersih Lingkungan

Banjarnegara (Humas) – Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Rakit menunjukkan kepeduliannya terhadap kelestarian lingkungan dengan menggelar aksi bersih lingkungan pada Jumat (23/1/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya internalisasi nilai-nilai ekoteologi, yakni pemahaman keagamaan yang menempatkan kepedulian terhadap alam sebagai bagian dari ibadah dan tanggung jawab manusia sebagai khalifah di bumi.

Aksi bersih lingkungan tersebut melibatkan seluruh pegawai KUA Rakit dengan membersihkan area kantor, halaman, serta lingkungan sekitar. Kegiatan dilakukan sejak pagi hari dengan penuh semangat kebersamaan, mencerminkan komitmen KUA Rakit dalam mendukung gerakan peduli lingkungan berbasis nilai keagamaan.

Kepala KUA Rakit, Tabah Agung Sokayani, menyampaikan bahwa kegiatan ini tidak sekadar rutinitas kebersihan, tetapi juga memiliki pesan moral dan spiritual yang kuat. Menurutnya, menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan merupakan ajaran Islam yang harus diwujudkan dalam tindakan nyata.

“Islam mengajarkan bahwa kebersihan adalah sebagian dari iman. Melalui aksi bersih lingkungan ini, kami ingin menanamkan nilai ekoteologi, bahwa merawat bumi adalah bagian dari ibadah dan wujud rasa syukur kita kepada Allah SWT,” ujar Tabah Agung Sokayani.

Ia menambahkan, kerusakan lingkungan yang terjadi saat ini tidak lepas dari perilaku manusia yang kurang bertanggung jawab. Oleh karena itu, KUA sebagai institusi keagamaan memiliki peran strategis dalam memberikan teladan dan edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya menjaga keseimbangan alam.

“KUA tidak hanya berbicara soal nikah dan ibadah ritual, tetapi juga memiliki tanggung jawab moral untuk mengajak masyarakat menjaga lingkungan. Bumi ini titipan, bukan warisan, sehingga harus kita rawat bersama,” tegasnya.

Selain sebagai aksi nyata peduli lingkungan, kegiatan ini juga diharapkan mampu menginspirasi masyarakat sekitar untuk lebih peduli terhadap kebersihan dan kelestarian alam. KUA Rakit berkomitmen menjadikan nilai-nilai ekoteologi sebagai bagian dari gerakan keagamaan yang berkelanjutan.

Dengan adanya kegiatan ini, KUA Rakit berharap kesadaran lingkungan dapat tumbuh dari lingkungan terkecil, dimulai dari kantor pelayanan publik, lalu menyebar ke keluarga dan masyarakat luas. Aksi bersih lingkungan ini menjadi bukti bahwa ajaran agama dapat berjalan seiring dengan upaya pelestarian bumi demi masa depan yang lebih baik.

(Sks/azd)