Menyongsong Bulan Mulia: Jamaah Pagentan Siapkan Strategi “Sambut Tamu Agung” Ramadhan 1447 H

Banjarnegara (Humas) – Atmosfer spiritual di Dusun Tedunan, Desa Pagentan, mulai terasa menghangat menyambut fajar Ramadhan 1447 H yang segera menyapa. Sebagai bentuk kesiapan batin dan fisik, puluhan warga berkumpul di Gedung TPQ Baitul Na’im untuk mengikuti pembekalan khusus yang diselenggarakan oleh Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Pagentan pada Kamis (29/1/2026).

Kegiatan bimbingan penyuluhan ini diikuti dengan antusias oleh 43 jamaah Majelis Taklim (MT) Baitul Na’im. M. Syaiful Abidin, Penyuluh Agama Islam fungsional KUA Pagentan, hadir sebagai narasumber utama untuk memberikan “peta jalan” spiritual bagi masyarakat dalam menghadapi bulan suci.

Dalam orasinya yang menggugah, Syaiful Abidin mengajak jamaah untuk mengubah cara pandang terhadap Ramadhan. Alih-alih menganggapnya sebagai rutinitas tahunan yang melelahkan, ia mengibaratkan Ramadhan sebagai sosok tamu paling istimewa yang hanya datang setahun sekali membawa koper penuh hadiah.

“Bayangkan jika rumah kita kedatangan tamu yang sangat kita hormati. Tentu kita akan membersihkan rumah, menyediakan hidangan terbaik, dan berpakaian rapi. Begitu pulalah seharusnya kita menyikapi Ramadhan. Sambutlah seolah ia tamu paling istimewa agar ia memberikan keberkahan maksimal bagi penghuni rumahnya,” ujar Syaiful dengan analogi yang menyentuh.

Untuk memastikan “sang tamu” merasa dimuliakan, Syaiful memaparkan lima aspek krusial yang harus disiapkan oleh setiap Muslim:

  1. Persiapan Ruhiyyah (Jiwa): Melakukan pembersihan hati (tazkiyatun nafs) dari penyakit batin seperti iri dan dengki, serta memperbanyak istighfar.
  2. Persiapan ‘Amaliyyah (Aktivitas): Melakukan “pemanasan” ibadah, seperti meningkatkan frekuensi salat sunnah dan puasa di bulan Sya’ban.
  3. Persiapan ‘Ilmiyyah (Wawasan): Mengulas kembali hukum-hukum fikih puasa agar ibadah yang dijalankan memiliki landasan ilmu yang kuat.
  4. Persiapan Maliyyah (Finansial): Mengatur manajemen keuangan agar bisa lebih dermawan dalam bersedekah dan membayar zakat.
  5. Persiapan Jasadiyyah (Kesehatan): Menjaga pola makan dan stamina agar kondisi fisik tetap prima selama 30 hari penuh.

Ketua Majelis Taklim Baitul Na’im, Sutinah, mengaku sangat terbantu dengan adanya penyuluhan ini. Ia berharap edukasi semacam ini dapat meminimalisir kekeliruan masyarakat yang seringkali hanya fokus pada persiapan konsumsi saat berbuka, namun lupa pada persiapan esensi ibadah.

“Penjelasan Pak Syaiful sangat gamblang. Kami jadi sadar bahwa persiapan mental dan ilmu jauh lebih penting daripada sekadar urusan dapur. Kami ingin Ramadhan 2026 ini menjadi momen transformasi diri bagi warga Tedunan,” tutur Sutinah.

Acara yang berlangsung penuh kekeluargaan ini ditutup dengan doa bersama, memohon agar seluruh jamaah dipertemukan dengan bulan Ramadhan dalam keadaan sehat walafiat dan mampu meraih derajat takwa yang sesungguhnya.

(msa/azd)