Banjarnegara – Memasuki penghujung bulan Sya’ban, MI Ma’arif Al Falah Joyokusumo (MIMAU) menunjukkan keseriusannya dalam menyambut bulan suci Ramadhan 1447 H. Untuk memastikan seluruh agenda berjalan lancar dan penuh makna, madrasah menggelar rapat koordinasi persiapan pada Jum’at, 13 Februari 2026, di rumah makan Rumoezz yang berada di jalan DI Panjaitan Banjarnegara. Rapat yang dihadiri oleh seluruh dewan guru dan staf madrasah ini bertujuan menyusun rangkaian kegiatan yang mampu meningkatkan keimanan, ketakwaan, dan kekompakan seluruh keluarga besar madrasah.(13/2)
Berbagai program unggulan kegiatan rutinan dan edukatif telah dirancang dalam rapat tersebut. Agenda yang disepakati antara lain pawai menyambut ramadhan keliling lingkungan madrasah untuk menyebarkan syiar Ramadan, MIMAU Mart Ramadhan (MMR) serta buka dan tarawih bersama. Yang menjadi ciri khas adalah program pembiasaan baru yang sudah berjalan 2 tahun ini, yakni kuliah Ramadhan yang akan disampaikan oleh anak-anak atau siswa pilihan perwakilan dari masing-masing kelas secara bergiliran setiap usai pelaksanaan pembiasaan pagi shalat Dhuha dan Hajat berjamaah, yang kemudian dilanjutkan dengan sesi kegiatan belajar mengajar.
Dalam arahan sekaligus penutup rapat, Kepala MIMAU Wahyul Khomisah menekankan inti pokok dari setiap persiapan yang dilakukan.
“Rapat ini kita gelar untuk memastikan bahwa penyambutan Ramadan kita tidak bersifat seremonial belaka. Dimulai dari Pawai Tarhib Ramadhan, yang akan dilaksanakan Sabtu, 14 Februari 2026. Melalui pembiasaan kultum setelah Dhuha lalu belajar, kita integrasikan nilai spiritual dengan akademik. Pawai kita jadikan media memperkuat silaturahmi dan syiar madrasah. Target kita adalah terciptanya lingkungan madrasah yang benar-benar bernuansa ketakwaan dan ilmu selama sebulan penuh,”pesan Wahyul ini menjadi pedoman utama bagi seluruh panitia pelaksana.
Rangkaian kegiatan yang telah disusun secara kolaboratif ini diharapkan memberikan dampak nyata pada pembentukan karakter siswa. Melalui pembiasaan kultum, siswa akan terbiasa mendengar pesan-pesan agama singkat yang aplikatif. Selain itu juga, anak-anak belajar percaya diri berbicara dihadapan orang banyak, mencari bibit untuk persiapan lomba-lomba Pidato di ajang-ajang perlombaan lainnya. Sementara kegiatan kebersamaan seperti pawai akan mengasah rasa solidaritas dan kepedulian sosial. Dengan demikian, Ramadhan di MIMAU dirancang menjadi bulan pembelajaran holistik yang menyeimbangkan aspek ruhiyah, akhlak, dan intelektual.
Persiapan yang matang melalui rapat koordinasi ini menjadi bukti komitmen madrasah dalam menciptakan tradisi positif menyambut Ramadan. Sinergi antara guru dan staf madrasah dalam perencanaan menjamin bahwa kegiatan yang dilahirkan benar-benar representatif dan partisipatif. Diharapkan, seluruh agenda dapat terlaksana dengan lancar dan memberikan kesan mendalam, sehingga bulan Ramadan tahun ini menjadi momen yang tak terlupakan sekaligus berpengaruh positif bagi kehidupan keagamaan dan sosial seluruh warga MIMAU.(NF)
