Banjarnegara (Humas) – Semangat Ramadan begitu terasa di tengah kegiatan majelis taklim An Nisa Desa Ampelsari yang digelar pada hari Rabu siang (18/2). Jamaah dengan penuh antusias mengikuti kajian yang disampaikan oleh penyuluh agama Islam Kantor Urusan Agama (KUA) Banjarnegara, Ani Musyarofah, mengenai amalan sunnah puasa yang dapat menyempurnakan ibadah di bulan suci.
“Puasa tidak hanya sebatas menahan lapar dan dahaga sejak terbit fajar hingga terbenam matahari. Lebih dari itu, puasa adalah sarana pembinaan diri yang harus diiringi dengan amalan-amalan sunnah agar nilai pahalanya semakin berlipat. Beberapa amalannya antara lain makan sahur, menyegerakan berbuka, memperbanyak membaca Al-Qur’an, melaksanakan shalat tarawih, memperbanyak sedekah, serta menjaga akhlak dan lisan,”tutur penyuluh.
“Ramadan adalah bulan pendidikan. Jika kita ingin meraih derajat takwa, maka lengkapi puasa wajib dengan amalan sunnah yang dianjurkan Rasulullah,” tambahnya di hadapan jamaah yang menyimak dengan khidmat.
Kajian berlangsung interaktif. Jamaah tidak hanya mendengarkan materi, tetapi juga aktif bertanya tentang praktik puasa dalam kehidupan sehari-hari, termasuk bagaimana menjaga konsistensi ibadah di tengah kesibukan rumah tangga dan pekerjaan. Diskusi yang hangat tersebut semakin memperkaya pemahaman dan mempererat kebersamaan di antara peserta.
Pengurus majelis taklim menyampaikan harapan agar kegiatan pembinaan seperti ini terus berlanjut selama Ramadan. Mereka menilai, kehadiran penyuluh agama sangat membantu jamaah dalam memahami ajaran Islam secara lebih mendalam dan aplikatif.
Melalui kajian ini, Ramadan diharapkan menjadi momentum perbaikan diri yang nyata. Dengan menghidupkan amalan sunnah puasa, jamaah tidak hanya meraih pahala yang berlimpah, tetapi juga membentuk pribadi yang lebih sabar, disiplin, dan penuh kepedulian terhadap sesama.
