Banjarnegara (Humas) – Suasana berbeda terasa di Rumah Tahanan (Rutan) Perempuan saat bulan suci Ramadan tiba. Di balik tembok pembinaan, lantunan ayat suci Al-Qur’an menggema lembut, menghadirkan ketenangan dan harapan baru bagi para warga binaan. Momentum penuh berkah ini dimanfaatkan oleh penyuluh agama Islam Kantor Urusan Agama (KUA) Banjarnegara, Ani Musyarofah, untuk menanamkan kecintaan terhadap Al-Qur’an sebagai sahabat setia dalam menjalani kehidupan pada hari Kamis pagi (19/02).
Dalam kajian bertema “Menjadikan Al-Qur’an Sahabat Setia di Bulan Ramadan”, penyuluh agama mengajak para napi perempuan untuk menjadikan Al-Qur’an bukan sekadar bacaan, tetapi pedoman hidup. “Ramadan adalah waktu terbaik untuk memperbaiki diri, memperkuat iman, serta membuka lembaran baru dengan hati yang lebih bersih,”tuturnya.
“Kita mungkin pernah salah langkah, tetapi Allah selalu membuka pintu taubat. Jadikan Al-Qur’an teman yang menenangkan, yang membimbing kita kembali ke jalan yang benar,” tambahnya di hadapan peserta kajian yang mengikuti dengan khidmat.
Kegiatan ini tidak hanya diisi dengan ceramah, tetapi juga tadarus bersama, diskusi makna ayat, serta motivasi spiritual. Beberapa warga binaan tampak terharu, bahkan tak sedikit yang mengaku baru merasakan kedekatan dengan Al-Qur’an secara mendalam selama menjalani masa pembinaan.
Pihak Rutan menyambut baik kegiatan tersebut sebagai bagian dari program pembinaan kepribadian dan kerohanian. Mereka berharap, sentuhan Ramadan ini mampu menumbuhkan semangat perubahan dan memperkuat mental spiritual para warga binaan.
Melalui kajian ini, Ramadan menjadi lebih dari sekadar rutinitas ibadah. Ia hadir sebagai jembatan menuju refleksi diri dan tekad memperbaiki masa depan. Di balik jeruji, cahaya Al-Qur’an terus menyala, menuntun hati untuk kembali pada fitrah dan harapan yang lebih baik.
