Banjarnegara (Humas) – Suasana bulan suci Ramadan 1447 H, Penyuluh Agama Islam fungsional dari Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Pagentan, Sutrisno, memberikan bimbingan dan penyuluhan (Bimluh) kepada keluarga penerima manfaat Program Keluarga Harapan (PKH). Kegiatan ini dilaksanakan pada pertemuan rutin kelompok PKH Purwosari di Desa Nagasari, Selasa (3/3/2026).
Acara yang dihadiri oleh sekitar 15 peserta ini berlangsung khidmat di salah satu rumah warga. Fokus utama penyuluhan kali ini adalah pendalaman materi mengenai tata cara ibadah puasa serta upaya meningkatkan kualitas spiritual keluarga di bulan suci.
Dalam paparannya, Sutrisno menekankan bahwa puasa bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, melainkan sarana transformasi diri menjadi pribadi yang lebih bertakwa. Beliau menjelaskan secara detail mengenai syarat sah, rukun puasa, hingga hal-hal yang dapat membatalkan pahala ibadah tersebut.
“Ibadah tanpa ilmu itu bagaikan berjalan di kegelapan. Kita ingin warga Desa Nagasari, khususnya ibu-ibu PKH, menjalankan Ramadan tidak hanya sekadar rutinitas tahunan, tapi benar-benar didasari pemahaman fikih yang benar. Dengan begitu, kualitas ibadah kita meningkat dan berdampak pada ketenangan batin dalam keluarga,” ujar Sutrisno.
Ia juga mengajak para peserta untuk menjadikan Ramadan sebagai momentum untuk mengatur pola konsumsi dan ekonomi keluarga agar lebih hemat dan berkah, sejalan dengan semangat kesederhanaan.
Kegiatan bimbingan agama di sela pertemuan PKH ini merupakan bentuk sinergi yang apik antara penyuluh agama dengan pendamping sosial. Gatot Aribowo, selaku pendamping PKH yang mendampingi kelompok Purwosari, memberikan apresiasi tinggi atas kehadiran pihak KUA Pagentan.
“Kami sangat berterima kasih kepada Bapak Sutrisno. Kehadiran penyuluh agama memberikan warna baru dalam pertemuan rutin kami. Selain kami mengedukasi warga terkait masalah sosial dan ekonomi, sentuhan rohani seperti ini sangat dibutuhkan untuk membangun mentalitas warga yang tangguh dan sabar dalam menghadapi ujian hidup,” ungkap Gatot Aribowo.
Antusiasme peserta terlihat dari banyaknya pertanyaan yang diajukan terkait permasalahan sehari-hari dalam berpuasa, seperti hukum bekerja berat saat berpuasa hingga penggunaan obat-obatan medis saat menjalani ibadah. Kegiatan ditutup dengan doa bersama untuk kelancaran ibadah selama bulan Ramadan.
(3S/azd)
