Banjarnegara (Humas) – KUA Mandiraja menggelar kegiatan Bimbingan Keluarga Sakinah dalam rangka program piloting KUA Mandiraja dengan mengusung tema “Keluarga Sakinah Pilar Kekuatan Masyarakat.” Kegiatan ini diikuti oleh 50 peserta yang terdiri dari pasangan calon pengantin dan pasangan usia muda di wilayah Kecamatan Mandiraja. (4/3/2026)
Acara yang berlangsung penuh antusias ini menghadirkan narasumber dari Puskesmas Mandiraja 2 dan tim dari KUA Mandiraja. Materi yang disampaikan meliputi ketahanan keluarga, kesehatan reproduksi, komunikasi harmonis dalam rumah tangga, hingga penguatan nilai-nilai keagamaan sebagai pondasi membangun keluarga yang sakinah, mawaddah, dan rahmah.
Kegiatan ini bertujuan untuk:
1. Meningkatkan pemahaman pasangan suami istri tentang pentingnya membangun rumah tangga yang harmonis dan berkualitas.
2. Mencegah konflik dan perceraian melalui pembekalan keterampilan komunikasi dan penyelesaian masalah dalam keluarga.
3. Menguatkan ketahanan keluarga sebagai fondasi utama dalam membangun masyarakat yang sejahtera dan berakhlak.
4. Mensinergikan peran lintas sektor, khususnya KUA dan Puskesmas, dalam mendampingi keluarga secara spiritual maupun kesehatan.
Kepala KUA Mandiraja dalam sambutannya menegaskan bahwa keluarga merupakan unit terkecil dalam masyarakat. Apabila keluarga kuat, maka masyarakat pun akan kuat. Program piloting ini diharapkan menjadi model pembinaan keluarga yang terintegrasi dan berkelanjutan.
Kasi Bimas Islam Kabupaten Banjarnegara, Slamet Wahyudi, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini.
“Program Bimbingan Keluarga Sakinah ini sangat strategis. KUA tidak hanya berperan dalam pencatatan nikah, tetapi juga membina dan mendampingi keluarga agar mampu menjadi pilar kekuatan masyarakat. Mandiraja menjadi contoh yang baik dalam implementasi program ini.”
Kepala Desa Kebanaran, Kecamatan Mandiraja, Sunaryo, turut menyambut positif kegiatan tersebut.
“Kami sangat mendukung kegiatan ini. Warga membutuhkan pembekalan seperti ini agar kehidupan rumah tangga lebih terarah dan harmonis. Jika keluarga rukun, desa juga akan tenteram.”
Salah satu peserta, Azka Tsania Yah Dini, yang hadir bersama pasangannya Ariq Naufal Prasetyo, mengaku mendapatkan banyak wawasan baru.
“Materinya sangat bermanfaat, terutama tentang komunikasi dalam rumah tangga dan kesehatan reproduksi. Kami jadi lebih siap membangun keluarga yang sakinah dan saling mendukung.”
Melalui kegiatan ini, KUA Mandiraja berharap terwujud keluarga-keluarga yang tangguh secara spiritual, emosional, dan sosial. Dengan demikian, keluarga benar-benar menjadi pilar utama dalam membangun masyarakat Mandiraja yang religius, sehat, dan harmonis.
