Langkah Pasti Menuju Prestasi: Kelas 6 MIFABARA Ikuti Simulasi TKA Kedua Bersama Edubrand

 Banjarnegara – Semangat juang siswa kelas 6 MI Al Fatah Parakancanggah (MIFABARA) kembali menyala. Setelah melewati simulasi pertama, kini mereka mengikuti Simulasi TKA kedua yang difasilitasi oleh Edubrand sebagai bagian dari ikhtiar maksimal menghadapi asesmen akhir. Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk mengukur kesiapan sekaligus memperbaiki kekurangan dari evaluasi sebelumnya.(2/3)

Sejak pagi, para siswa tampak hadir dengan wajah penuh kesungguhan. Lembar soal bukan lagi sesuatu yang menegangkan, melainkan tantangan yang harus ditaklukkan dengan persiapan dan doa. Sebelumnya, guru-guru MIFABARA telah mengadakan bedah latihan soal secara intensif. Setiap butir soal dibahas bersama, bukan hanya mencari jawaban benar, tetapi memahami konsep dan logika berpikirnya.

Salah satu guru kelas 6 menyampaikan bahwa simulasi bukan sekadar uji kemampuan akademik. “Kami ingin anak-anak belajar bahwa proses jauh lebih penting dari hasil. Simulasi ini adalah cermin, agar mereka tahu di mana harus memperbaiki diri,” tuturnya.

Kepala Madrasah MIFABARA juga memberikan motivasi sebelum pelaksanaan. “Anak-anak hebat tidak lahir dari kemudahan, tetapi dari ketekunan. Jangan takut salah, karena dari kesalahan itulah kalian tumbuh,” pesannya dengan penuh keyakinan.

Edubrand sebagai fasilitator menghadirkan sistem evaluasi yang terukur sehingga hasilnya dapat menjadi bahan analisis mendalam. Harapannya, terdapat peningkatan signifikan dibandingkan simulasi pertama. Namun lebih dari itu, kegiatan ini melatih mental percaya diri, manajemen waktu, dan daya juang siswa.

Salah satu siswa kelas 6 mengaku lebih siap menghadapi simulasi kedua ini. “Kemarin setelah dibedah soal, saya jadi lebih paham. Sekarang saya lebih tenang mengerjakan,” ujarnya.

Di balik lembar jawaban yang terisi, tersimpan doa orang tua dan harapan para guru. Simulasi kedua ini bukan hanya tentang angka, tetapi tentang perjalanan menuju kedewasaan belajar. Di MIFABARA, setiap ujian adalah latihan keteguhan, setiap kesulitan adalah tangga menuju keberhasilan.

Semoga hasilnya menunjukkan peningkatan, dan lebih dari itu, semoga lahir generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga kuat dalam karakter dan iman. (nas)