Banjarnegara – Suasana ceria sekaligus penuh semangat Ramadhan tampak di ruang kelas 2C MI Al-Fatah Parakancanggah pada Senin (9/3). Di bawah bimbingan wali kelas, Nugrah Haryati, para siswa mengikuti kegiatan pembelajaran Seni Rupa dengan tema Seni Rupa Tiga Dimensi melalui pembuatan lampion edisi Ramadhan.
Sejak pagi, para siswa sudah datang dengan membawa berbagai perlengkapan dari rumah, seperti pensil warna atau krayon, gunting, dan lem. Perlengkapan sederhana tersebut menjadi bekal untuk melahirkan karya kreatif yang bukan hanya indah dipandang, tetapi juga sarat makna.
Kegiatan dimulai dengan penjelasan dari guru mengenai langkah-langkah pembuatan lampion. Dengan sabar dan penuh perhatian, Nugrah Haryati memberikan arahan mulai dari cara mewarnai gambar, menggunting bagian tertentu, hingga merangkainya menjadi lampion tiga dimensi.
Setelah penjelasan selesai, guru membagikan selembar kertas bergambar kepada setiap siswa. Kertas tersebut kemudian menjadi media bagi anak-anak untuk menuangkan kreativitas mereka. Dengan penuh antusias, para siswa mulai mewarnai gambar sesuai imajinasi masing-masing. Ada yang memilih warna cerah, ada pula yang memadukan berbagai warna agar lampion terlihat lebih menarik.
Proses demi proses dijalani dengan penuh kesungguhan. Ketika kegiatan menggunting dan menempel dimulai, suasana kelas tampak semakin hidup. Tangan-tangan kecil itu bekerja dengan hati-hati, berusaha mengikuti setiap langkah yang telah dijelaskan guru hingga akhirnya terbentuk lampion sederhana namun penuh kebanggaan.
Wali kelas 2C, Nugrah Haryati, menjelaskan bahwa kegiatan membuat karya tiga dimensi di bulan Ramadhan memiliki nilai edukatif yang sangat penting bagi perkembangan siswa.
“Membuat karya tiga dimensi di bulan Ramadhan memiliki berbagai manfaat signifikan, baik dari segi edukasi, kreativitas, maupun penguatan nilai-nilai keagamaan. Melalui kegiatan ini, anak-anak belajar berkreasi sekaligus melatih kesabaran dan ketelitian,” ungkapnya.
Ia menambahkan bahwa kegiatan ini juga memberikan banyak manfaat bagi perkembangan anak. Selain meningkatkan kreativitas dan imajinasi, kegiatan seni seperti ini juga membantu mengembangkan keterampilan motorik halus, melatih konsentrasi, serta menumbuhkan sikap sabar dalam menyelesaikan sebuah karya.
Lebih dari sekadar tugas kelas, pembuatan lampion Ramadhan ini menjadi simbol kecil tentang bagaimana pendidikan dapat menghadirkan kebahagiaan dalam proses belajar. Di tangan anak-anak, selembar kertas sederhana berubah menjadi cahaya harapan sebuah pengingat bahwa setiap karya yang dibuat dengan hati akan selalu memiliki arti yang mendalam.(nug/nas)
