Banjarnegara (Humas) – Sebanyak 11 pasangan, terdiri dari 9 pasangan calon pengantin (catin) dan 2 pasangan pengantin baru, mengikuti kegiatan Bimbingan Perkawinan (Bimwin) di Kantor Urusan Agama (KUA) Karangkobar, Kamis (23/4/2026). Kegiatan ini menjadi ruang pembekalan komprehensif bagi pasangan dalam menapaki kehidupan rumah tangga yang sehat, harmonis, dan sakinah.
Kepala KUA Karangkobar, H. Amat Maskuri, dalam arahannya menegaskan bahwa pernikahan bukan sekadar ikatan lahir, tetapi juga ikatan batin yang dilandasi nilai ilahiyah. Ia mengutip firman Allah dalam QS. Ar-Rum ayat 21 tentang tujuan pernikahan, yakni menghadirkan ketenangan (sakinah), cinta (mawaddah), dan kasih sayang (rahmah).
“Pernikahan harus menjadi tempat kembali yang menenangkan. Di situlah sakinah hadir, ketika suami dan istri saling menguatkan dan saling menjaga,” pesannya.
Materi inti disampaikan oleh Penyuluh Agama Islam KUA Karangkobar, Duwi Rohmah, yang juga bertindak sebagai fasilitator Bimwin. Ia mengajak peserta memahami pentingnya membangun fondasi keluarga sakinah melalui pendekatan yang interaktif dan reflektif.
Mengacu pada konsep keluarga sakinah, Duwi menjelaskan bahwa keluarga ibarat sebuah bangunan yang harus memiliki fondasi kuat, pilar kokoh, dan tujuan hidup yang jelas. Fondasi tersebut meliputi keadilan, keseimbangan, dan kesalingan dalam relasi suami istri.
Untuk memperdalam pemahaman, peserta diajak mengikuti aktivitas “Sungai Kehidupan”, yakni menggambarkan perjalanan hidup dari kondisi saat ini, menetapkan tiga prioritas hidup, hingga merancang harapan di masa depan. Metode ini membantu pasangan menyelaraskan tujuan pernikahan dengan visi hidup sebagai seorang Muslim.
Suasana semakin hidup saat sesi diselingi permainan “Kuis Siapa Dia”, yang mendorong pasangan saling mengenal lebih dalam mulai dari kebiasaan, harapan, hingga cara menghadapi masalah. Gelak tawa dan kehangatan terlihat, namun tetap sarat makna dalam membangun komunikasi yang sehat.
“Rumah tangga tidak cukup hanya dengan cinta, tapi harus dibangun dengan pemahaman, komunikasi, dan komitmen bersama,” jelas Duwi.
Menutup rangkaian kegiatan, Kasi Bimas Islam Kemenag Banjarnegara, H. Slamet Wahyudi, yang hadir dalam kunjungan monitoring dan evaluasi (monev), memberikan penguatan materi tentang manajemen konflik dalam rumah tangga. Ia menekankan bahwa konflik adalah hal yang wajar, namun harus disikapi dengan bijak.
“Yang penting bukan menghindari konflik, tapi bagaimana mengelolanya dengan baik—melalui komunikasi, kesabaran, dan musyawarah,” ungkapnya.
Kegiatan Bimwin ini diharapkan mampu membekali pasangan tidak hanya secara teori, tetapi juga keterampilan praktis dalam membangun rumah tangga yang kokoh. Dengan fondasi yang kuat, komunikasi yang sehat, dan visi hidup yang selaras, pasangan diharapkan mampu mewujudkan keluarga sakinah, mawaddah, warahmah serta melahirkan generasi yang berkualitas.
(dr/azd)







