Mengetuk Pintu Langit Lewat Bakti: Penyuluh KUA Pagentan Bedah Makna Birrul Walidain di Desa Nagasari

Banjarnegara (Humas) – Suasana khidmat menyelimuti kediaman salah satu warga Desa Nagasari pada Kamis (23/4/2026). Sebanyak 20 jamaah Majelis Taklim Istiqomah berkumpul dalam agenda bimbingan penyuluhan agama yang rutin diselenggarakan oleh Kantor Urusan Agama (KUA) Pagentan. Hadir sebagai narasumber, Penyuluh Agama Islam fungsional, Sutrisno, yang membawakan tema mendalam mengenai Birrul Walidain atau berbakti kepada kedua orang tua.

Dalam paparannya, Sutrisno menekankan bahwa bakti kepada orang tua bukanlah sekadar kewajiban sosial, melainkan perintah vertikal yang derajatnya disandingkan dengan tauhid. Ia menjelaskan bahwa rida Allah sangat bergantung pada rida orang tua.

“Bakti kepada orang tua adalah kunci pembuka pintu rezeki dan keberkahan hidup. Di era modern ini, tantangan terbesar kita bukan hanya memberi materi, tapi memberikan perhatian dan tutur kata yang lembut. Jangan sampai kesibukan duniawi membuat kita lupa bahwa ada ‘keramat’ hidup di rumah kita, yaitu ibu dan ayah,” ujar Sutrisno di hadapan para jamaah yang mayoritas merupakan ibu-ibu rumah tangga tersebut.

Sutrisno juga memberikan tips praktis mengenai cara berbakti bagi mereka yang orang tuanya telah tiada, yakni dengan menjaga silaturahmi dengan kerabat orang tua dan tak putus mengirimkan doa. Diskusi berlangsung interaktif, di mana para peserta tampak antusias melontarkan pertanyaan seputar adab menghadapi orang tua yang sudah lanjut usia.

Ketua Majelis Taklim Istiqomah, Ibu Badriah, menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya atas kehadiran penyuluh dari KUA Pagentan. Menurutnya, materi ini sangat menyentuh hati dan relevan dengan kondisi masyarakat desa.

“Kami sangat bersyukur Pak Sutrisno berkenan rawuh dan memberikan ilmu yang sangat menyejukkan. Tema Birrul Walidain ini menjadi pengingat sekaligus cambuk bagi kami untuk terus memperbaiki diri sebagai anak, sekaligus bekal kami dalam mendidik anak-anak agar kelak mereka juga memiliki akhlak yang sama kepada kami,” tutur Badriah penuh haru.

Kegiatan yang berlangsung selama dua jam ini ditutup dengan doa bersama. Melalui bimbingan penyuluhan ini, KUA Pagentan berharap nilai-nilai luhur keislaman dapat terus terinternalisasi dalam keluarga muslim di wilayah Banjarnegara, sehingga tercipta tatanan masyarakat yang harmonis dan religius. 

(3S/azd)

Skip to content