Banjarnegara (Humas) – Menjelang tibanya bulan Zulhijah, semangat ibadah kurban mulai menggema di tengah masyarakat. Menanggapi momentum tersebut, Penyuluh Agama Islam Fungsional dari Kantor Urusan Agama (KUA) Pagentan, M. Syaiful Abidin, menggelar kegiatan bimbingan penyuluhan di Majelis Taklim (MT) Nurul Hidayah, Dusun Sumberan, Desa Metawana, pada Jumat (8/5/2025).
Kegiatan yang berlangsung khidmat di Gedung Serba Guna Sumberan Metawana ini dihadiri oleh sedikitnya 63 orang anggota majelis taklim. Mengangkat tema besar “Manifestasi Syukur dalam Syariat Kurban”, penyuluhan ini bertujuan untuk memperdalam pemahaman umat mengenai korelasi antara rasa syukur atas nikmat Allah dengan implementasi ibadah kurban yang sesuai syariat.
Dalam paparannya, M. Syaiful Abidin menekankan bahwa ibadah kurban merupakan salah satu instrumen penting dalam Islam untuk mengikis sifat kikir dan egoisme dalam diri manusia. Ia menjelaskan bahwa setiap tetes darah hewan kurban yang tumpah merupakan simbol ketundukan hamba kepada Sang Pencipta.
“Kurban adalah bentuk nyata dari rasa syukur kita. Allah telah memberikan nikmat yang tidak terhitung jumlahnya, dan syariat kurban hadir sebagai sarana bagi kita untuk ‘mengembalikan’ sebagian kecil dari nikmat tersebut demi kepentingan sosial dan kemanusiaan. Jangan sampai kita melihat kurban hanya sebagai ritual tahunan, melainkan sebagai manifestasi iman yang menunjukkan bahwa cinta kita kepada Allah melebihi cinta kita pada harta benda,” ujar Syaiful di hadapan para jamaah.
Ia juga menambahkan edukasi mengenai tata cara pemilihan hewan kurban yang sehat serta aspek kebersihan dalam penyembelihan, agar ibadah yang dilakukan memenuhi standar syar’i sekaligus higienis.
Antusiasme peserta terlihat dari banyaknya pertanyaan yang diajukan terkait teknis pembagian daging kurban dan hukum berkurban bagi warga yang merantau. Getuk, selaku Ketua MT Nurul Hidayah Sumberan Metawana, menyampaikan apresiasi yang mendalam atas kehadiran penyuluh dari KUA Pagentan.
“Kami sangat bersyukur Pak Syaiful berkenan hadir memberikan pencerahan langsung kepada ibu-ibu di sini. Tema ini sangat tepat waktu karena sebentar lagi masuk musim kurban. Dengan penjelasan tadi, kami jadi lebih paham bahwa kurban itu bukan soal pamer daging, tapi soal bagaimana hati kita bersyukur. Semoga ilmu ini membuat warga di Sumberan semakin semangat untuk berkurban tahun ini,” ungkap Getuk.
Acara ditutup dengan doa bersama, berharap agar masyarakat Desa Metawana senantiasa diberikan keberkahan dan kemampuan untuk menjalankan syariat kurban dengan penuh keikhlasan. Melalui bimbingan ini, KUA Pagentan berharap kesadaran beragama masyarakat semakin meningkat, baik dalam dimensi ritual maupun sosial.
(ms/azd)







