Wajan di Tangan Rezeki di Depan, Penyuluh Agama Islam KUA Rakit Bekali Ilmu Wirusaha Rumahan di Program Keluarga Harapan (PKH)

Banjarnegara (Humas) – Sinergi program pengentasan kemiskinan terus diperkuat Kantor Urusan Agama (KUA)  Rakit melalui penyuluhan pemberdayaan ekonomi. Penyuluh Agama Islam KUA Rakit, Fuad Latif, hadir memberikan materi pada Pertemuan Peningkatan Kemampuan Keluarga (P2K2) Program Keluarga Harapan (PKH) Kelompok 2 Desa Badamita, Senin, (11/5/2026).

Bertempat di salah satu rumah anggota, kegiatan ini dilaksanakan sebulan sekali diikuti oleh 34 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dan didampingi PKH Desa Badamita, Nurkhasan. Kali ini Fuad, selaku narasumber, mengusung tema “Membangun Industri Kecil Berbasis Dapur Kita”, penyuluhan ini bertujuan menumbuhkan jiwa wirausaha KPM dengan memanfaatkan potensi yang sudah ada di rumah.

Dalam paparannya, Fuad menyampaikan bahwa kemandirian ekonomi keluarga sejalan dengan ajaran Islam yang memerintahkan umatnya untuk bekerja keras dan tidak menjadi beban orang lain. “Rasulullah SAW adalah seorang pedagang. Artinya, berwirausaha itu sunnah,”ungkapnya. 

Fuad mencontohkan beberapa produk industri rumahan, seperti aneka gorengan: tahu isi, bakwan, hingga produk  camilan kering seperti keripik singkong, keripik pisang dan rempeyek. Produk-produk ini memiliki pasar yang luas karena menjadi konsumsi harian masyarakat. Gorengan kalau dikemas higienis, diberi label dan rasa yang konsisten, harganya bisa naik kelas. Bisa dititipkan ke warung, kantin sekolah, bahkan dijual online,” jelasnya.

Selain ide produk, materi juga menyentuh aspek penting lain dalam berwirausaha sesuai syariat. Yaitu menjaga kehalalan bahan baku, kebersihan proses produksi atau thayyib, kejujuran dalam takaran, dan tidak mengurangi timbangan. 

 Pendamping PKH Desa Badamita, Nurkhasan, menyambut positif materi yang disampaikan. Menurutnya, pendekatan agama membuat KPM lebih semangat karena merasa usaha yang dijalankan bernilai ibadah. “Selama ini ibu-ibu hanya mengandalkan bantuan. Dengan penyuluhan ini mereka jadi sadar kalau dari dapur saja bisa menghasilkan uang. Apalagi ibu-ibu di sini memang jago masak dan bikin camilan,” ujar Nurkhasan.

Kegiatan ditutup dengan doa bersama agar usaha yang akan dirintis para KPM diberi kelancaran dan keberkahan. Kolaborasi antara Penyuluh Agama KUA Rakit dan Pendamping PKH ini diharapkan mampu mempercepat graduasi KPM dari kemiskinan menuju keluarga yang mandiri dan sejahtera melalui industri kecil berbasis dapur. 

(n/azd)

Skip to content