Pilar Kesehatan Lahir Batin: KUA Pagentan Gandeng Kader Mawar Desa Gumingsir Kampanyekan Pentingnya Gizi dan Spiritual Keluarga

Banjarnegara (Humas) – Kesehatan sebuah bangsa berakar dari ketahanan keluarga yang dibangun di tingkat desa. Guna menyelaraskan antara kesehatan fisik masyarakat dengan kematangan spiritual, Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Pagentan menginisiasi pembinaan lintas sektoral. Pada Jumat (6/6/2026), Alfiana Nurhidayah, selaku Penyuluh Agama Islam KUA Pagentan, hadir memberikan penyuluhan keagamaan dalam forum Pertemuan Rutin Kader Kesehatan “Mawar” di Desa Gumingsir.

Kegiatan yang dimulai pukul 10.00 WIB hingga selesai ini berlangsung di Poskesdes Desa Gumingsir. Acara ini dihadiri langsung oleh Erlina Fiji Hartati, selaku Bidan Desa sekaligus penggerak utama kader kesehatan setempat, serta diikuti oleh puluhan ibu-ibu kader Mawar dengan penuh semangat dan antusiasme.

Dalam penyuluhan yang mengangkat tema “Generasi Sehat, Jiwa Kuat: Mengh menghadirkan Keberkahan Rumah Tangga Melalui Pengasuhan Berbasis Agama dan Kesehatan,” Alfiana Nurhidayah mengupas tuntas keterkaitan erat antara ajaran Islam dan pemenuhan hak kesehatan anak. Salah satu poin krusial yang dibahas adalah pencegahan stunting dan penyiapan generasi emas dari sudut pandang agama.

“Islam adalah agama yang sangat memperhatikan kualitas generasi penerus. Dalam Al-Qur’an, kita diingatkan untuk tidak meninggalkan generasi yang lemah di belakang kita, baik lemah secara iman, mental, maupun fisik. Oleh karena itu, tugas Ibu-ibu kader di Posyandu ini bukan sekadar menimbang berat badan anak, melainkan sedang menjalankan misi mulia keagamaan untuk memastikan anak-anak kita tumbuh sehat, cerdas, dan berakhlak mulia,” jelas Alfiana di hadapan para kader.

Alfiana juga menambahkan bahwa memberikan makanan yang halal, tayib (bergizi), serta memberikan kasih sayang yang cukup merupakan kewajiban orang tua yang kelak akan dipertanggungjawabkan di hadapan Allah SWT.

Forum yang mempertemukan pendekatan medis dan nilai-nilai ketauhidan ini menciptakan ruang diskusi yang sangat hidup. Para kader aktif berkonsultasi mengenai cara memberikan edukasi kepada warga agar lebih peduli terhadap kesehatan reproduksi dan pemenuhan gizi anak tanpa membenturkannya dengan mitos-mitos lama.

Erlina Fiji Hartati, selaku Bidan Desa Gumingsir, menyambut baik dan memberikan apresiasi tinggi atas materi keagamaan yang disampaikan oleh Penyuluh KUA Pagentan. Menurutnya, pendekatan berbasis agama jauh lebih efektif menyentuh hati masyarakat desa.

“Kami di bidang kesehatan sering kali menghadapi tantangan terkait perubahan perilaku masyarakat, misalnya dalam pemenuhan ASI eksklusif atau imunisasi. Kehadiran Ibu Alfiana memberikan perspektif dari hukum Islam yang sangat menguatkan tugas kami di lapangan. Ketika masyarakat paham bahwa menjaga kesehatan anak adalah bagian dari ibadah, mereka akan jauh lebih patuh. Sinergi antara KUA dan kader kesehatan seperti ini benar-benar menjadi energi baru bagi kami di Desa Gumingsir,” ungkap Erlina Fiji Hartati.

Pertemuan rutin ini diakhiri dengan komitmen bersama antara Penyuluh Agama KUA Pagentan dan Kader Mawar untuk terus berkolaborasi dalam mengawal program-program kesejahteraan keluarga di Desa Gumingsir, guna melahirkan generasi yang tidak hanya sehat fisiknya, tetapi juga bersih hatinya.

(an/azd)