Banjarnegara (Humas) – Penyuluh Agama Islam Kantor Urusan agama (KUA) Kecamatan Kalibening, Ngudi Rahayu, memberikan penyuluhan dalam kegiatan Mujahadah Wali Santri Qiroati TPQ Baitul Aswa Desa Asinan pada Kamis (11/6). Kegiatan yang diikuti oleh para wali santri tersebut berlangsung khidmat dan penuh kekeluargaan sebagai sarana memperkuat hubungan spiritual antara orang tua, anak, dan lembaga pendidikan Al-Qur’an.
Pada kesempatan tersebut, Ngudi Rahayu menyampaikan materi bertema “Doa adalah Senjata Paling Ampuh.” Materi ini mengajak para orang tua untuk semakin meyakini bahwa doa merupakan salah satu kekuatan terbesar dalam mendampingi tumbuh kembang anak, terutama di tengah berbagai tantangan kehidupan yang semakin kompleks.
Dalam pemaparannya, Ngudi menjelaskan bahwa setiap orang tua tentu menginginkan anak yang saleh, berilmu, berakhlak mulia, dan berhasil dalam kehidupan dunia maupun akhirat. Namun, selain memberikan pendidikan dan perhatian yang maksimal, orang tua juga perlu mengiringinya dengan doa yang tulus dan istiqamah.
“Tidak semua hal bisa kita kendalikan dengan usaha. Ada saatnya kita harus menyerahkan urusan kepada Allah melalui doa. Ketika orang tua terus mendoakan anak-anaknya, sesungguhnya mereka sedang menyiapkan perlindungan dan kebaikan yang tidak selalu terlihat oleh mata,” ungkap Ngudi Rahayu.
Ia juga mengingatkan bahwa banyak kisah dalam Al-Qur’an yang menunjukkan bagaimana doa menjadi jalan hadirnya pertolongan Allah. Oleh karena itu, para wali santri diajak untuk membiasakan berdoa setelah salat, saat sepertiga malam terakhir, maupun pada waktu-waktu mustajab lainnya untuk memohon kebaikan bagi putra-putri mereka.
Kegiatan berlangsung dengan penuh perhatian dan diakhiri dengan mujahadah serta doa bersama. Para peserta tampak khusyuk memanjatkan harapan agar anak-anak mereka diberikan kemudahan dalam menuntut ilmu, menjadi generasi Qurani, serta tumbuh sebagai pribadi yang membanggakan agama, keluarga, dan masyarakat.
Melalui kegiatan ini, diharapkan para wali santri semakin menyadari bahwa pendidikan anak tidak hanya membutuhkan usaha lahiriah, tetapi juga kekuatan doa yang terus dipanjatkan dengan penuh keyakinan kepada Allah SWT.
(wha/azd)







