Banjarnegara – Ada pemandangan sederhana namun penuh makna di sudut Kantin Sehat MI Al Fatah Parakancanggah (MIFABARA) setiap waktu istirahat. Murid-murid duduk melingkar bersama teman-temannya, menikmati jajanan sehat sambil berbincang, bercanda, dan saling berbagi cerita. Di balik suasana yang penuh tawa tersebut, guru melihat proses pembelajaran yang berlangsung secara alami.(1/8)
Bagi MIFABARA, waktu istirahat bukan sekadar kesempatan untuk mengisi energi, tetapi juga ruang tumbuhnya kemampuan berkomunikasi, berinteraksi, dan membangun hubungan sosial yang positif. Melalui percakapan ringan saat makan bersama, murid belajar mendengarkan, menyampaikan pendapat, menghargai cerita teman, hingga memperkaya kosakata dalam komunikasi sehari-hari.
Guru yang mendampingi kegiatan istirahat tampak menikmati momen kebersamaan tersebut. Mereka mengamati bagaimana murid saling berbagi tempat duduk, menawarkan makanan kepada teman, menjaga kebersihan setelah selesai makan, serta menciptakan suasana yang hangat dan penuh kebersamaan.
Tanpa disadari, aktivitas sederhana itu menjadi bagian dari budaya literasi. Ketika murid menceritakan pengalaman, menyampaikan ide, bertanya, dan menanggapi cerita temannya, mereka sedang melatih kemampuan berbahasa, berpikir, serta membangun literasi sosial. Kebiasaan ini menjadi bekal penting dalam membentuk pribadi yang komunikatif, percaya diri, dan mampu menjalin hubungan yang baik dengan orang lain.
Kepala MI Al Fatah Parakancanggah, Durotun Nafisah, menyampaikan bahwa setiap momen di madrasah memiliki nilai pendidikan apabila dimaknai dengan tepat.
“Kami percaya bahwa pendidikan tidak hanya berlangsung saat pelajaran di kelas. Ketika anak-anak makan bersama, berbagi cerita, dan saling mendengarkan, mereka sedang belajar menghargai orang lain, membangun komunikasi yang santun, serta mengembangkan literasi sosial. Kebiasaan sederhana seperti inilah yang menjadi fondasi tumbuhnya karakter positif,” tuturnya.
Salah seorang murid mengungkapkan kegembiraannya.
“Saya senang makan bersama teman-teman. Kami bisa berbagi cerita, tertawa bersama, dan jajanan di kantin juga enak serta sehat.”Ungkapnya.
Melalui budaya makan bersama di Kantin Sehat, MIFABARA terus menghadirkan lingkungan belajar yang hangat, ramah, dan penuh kebersamaan. Dari obrolan sederhana saat menikmati jajanan sehat, tumbuh kemampuan berkomunikasi, rasa empati, dan semangat berbagi yang menjadi bagian penting dalam membentuk generasi yang cerdas, sehat, dan berkarakter.(nas)
