Banjarnegara – Kelas 4A MI Ma’arif Al Falah Joyokusumo melakukan inovasi sederhana melalui pembuatan form kedisiplinan dalam mata Pelajaran Qur’an Hadist sebagai salah satu upaya untuk mengajak murid agar lebih aktif dalam menulis. Kegiatan ini dirancang agar aktivitas menulis dapat menjadi bagian dari kebiasaan sehari-hari murid dengan cara yang menarik dan mudah dilakukan.(29/8).
Wali kelas 4A, Efi Nurhanasah mengatakan dibuatnya form kedisiplinan untuk membangun kedisiplinan murid dan untuk motivasi, karena beberapa persen murid 4a terdapat murid yang cenderung kurang aktif dalam menulis.
“Saya buat form kedisiplinan ini untuk membangun kedisiplinan murid, buat motivasi juga, karena kelas saya beberapa persen kalo disuruh untuk menulis itu kaya lama, dan malas gitu, jadi saya inisiatif untuk membuat form kedisipilinan ini dalam Pelajaran Qur’an Hadist,”ujarnya.
Form kedisiplinan ini dibuat menyerupai game menulis dan belum menulis. Dimana nantinya bagi murid yang sudah selesai menulis data mereka akan masuk dalam laptop milik Efi dan nantinya data tersebut akan diserahkan kepada wali murid sebagai informasi bahwa anak – anak mereka mau menulis atau tidak.
“form kedisiplinan ini saya buat seperti game menulis dan tidak menulis, jadi nanti murid jadi senang, kaya setelah dia selesai menulis, mereka memencet tombol finish, nanti masuk ke data komputer saya, dan insyaallah data nanti saya setorkan ke wali muridnya siapa yang menulis dan tidak menulis, serta alasannya bagi yang tidak menulis itu kenapa,” ujar Efi.
Pembuatan from kedisplinan berupa game menulis dan tidak menulis ini tidak hanya untuk mendisiplinkan murid untuk rajin menulis saja. Tapi juga untuk meningkatkan keterampilan menulis, tanggung jawab, ketelitian, dan konsistensi murid. Dengan adanya pencatatan secara rutin, murid diharapkan semakin memahami pentingnya membangun kebiasaan positif sejak dini.
Efi mengatakan bahwa upayanya dalam membuat from kedisiplinan berupa game menulis dan tidak menulis ini dinilai efektif, terbukti dengan murid yang berlomba – lomba untuk menyelesaikan tulisan mereka dan menekan tombol finish.
“Efektif si menurut saya, membuat murid semangat, dan mereka berlomba – lomba untuk menekan tombol finish, karena kalau sudah menekan tombol finish sudah otomatis tercatat dalam laptop, jadi saya tidak perlu menandatangani setiap tulisan murid, karena sudah otomatis terverifikasi sudah menulis,” ujarnya.
Dengan menggunakan from kedisiplinan berupa game menulis dan tidak menulis ini, Efi tentu berharap dapat menciptakan kebiasaan menulis yang menyenangkan sekaligus menumbuhkan karakter disiplin dan bertanggung jawab pada diri setiap murid.(RN).
