Banjarnegara – Persiapan berbagai agenda akademik semester ganjil Tahun Pelajaran 2026/2027 terus dimatangkan oleh Kelompok Kerja Madrasah Ibtidaiyah (KKMI) Kabupaten Banjarnegara. Salah satunya melalui rapat koordinasi yang dihadiri oleh guru MIFABARA, Nani, yang juga merupakan pengurus harian KKG Kabupaten Banjarnegara.
Rapat koordinasi tersebut menjadi forum penting untuk menyatukan persepsi dan mematangkan persiapan sejumlah agenda bersama madrasah, khususnya penyusunan naskah Asesmen Sumatif Akhir Semester (ASAS) serta Lomba Cerdas Cermat (LCC) yang akan dilaksanakan pada semester ganjil ini.
Dalam pembahasan penyusunan naskah ASAS, koordinasi diarahkan agar instrumen penilaian dapat disusun secara sistematis, sesuai dengan kompetensi pembelajaran, serta mampu mengukur capaian belajar murid secara objektif. Kolaborasi antarguru menjadi bagian penting agar pelaksanaan asesmen nantinya memiliki standar dan kualitas yang baik.
Sementara itu, persiapan LCC juga menjadi salah satu perhatian dalam rapat. Lomba Cerdas Cermat diharapkan menjadi ruang bagi murid untuk mengasah wawasan, daya ingat, ketepatan berpikir, keberanian, serta kemampuan bekerja sama dalam suasana kompetisi yang sehat.
Kehadiran Nani dalam forum tersebut menjadi bentuk kontribusi guru MIFABARA dalam membangun sinergi pendidikan di tingkat kabupaten. Selain menjalankan tugas sebagai pendidik di MIFABARA, keterlibatannya sebagai pengurus harian KKG Kabupaten Banjarnegara turut membuka ruang kolaborasi yang lebih luas dalam mendukung peningkatan kualitas pembelajaran dan kegiatan akademik madrasah.
Menurut Nani, forum koordinasi menjadi kesempatan untuk saling berbagi gagasan dan memastikan setiap program dapat dipersiapkan secara bersama-sama.
“Koordinasi bukan sekadar membahas agenda, tetapi menjadi ruang untuk menyatukan langkah. Dengan komunikasi dan kolaborasi yang baik, kita dapat menyiapkan program yang lebih matang dan memberikan pengalaman belajar yang lebih bermakna bagi murid,” ungkapnya.
Kepala MIFABARA, turut mengapresiasi keterlibatan guru MIFABARA dalam berbagai forum kerja dan organisasi profesi di tingkat kabupaten.
“Guru tidak hanya tumbuh melalui pembelajaran di madrasah, tetapi juga melalui kolaborasi dan berbagi pengalaman dengan sesama pendidik. Semoga keterlibatan Usth. Nani dalam forum KKG maupun KKMI dapat membawa manfaat bagi MIFABARA dan madrasah-madrasah di Banjarnegara,” tuturnya.
Melalui rapat tersebut, persiapan ASAS dan LCC diharapkan dapat berjalan lebih terarah. Semangat kolaborasi pun terus dibangun, karena dari sinergi antarmadrasah lahir program yang lebih kuat, terukur, dan berpihak pada tumbuh kembang murid.(nas)







