Dari Lazida untuk Madrasah: KKG dan KKMI Banjarnegara Matangkan Workshop Asesmen dan LCC

Banjarnegara – Sinergi antarpendidik madrasah terus diperkuat melalui rapat koordinasi pengurus harian KKG MI Kabupaten Banjarnegara bersama KKMI Kabupaten Banjarnegara. Kegiatan berlangsung di RM. Lazida Banjarnegara dan menjadi ruang strategis untuk mematangkan berbagai agenda peningkatan kompetensi guru serta kegiatan akademik madrasah pada semester ganjil.(15/9)

Rapat koordinasi dipimpin langsung oleh Ketua KKMI Kabupaten Banjarnegara, Suharno. Dalam arahannya, Suharno menyampaikan sejumlah topik utama yang menjadi fokus pembahasan. Secara garis besar, agenda tersebut berkaitan dengan persiapan Workshop Asesmen dan Lomba Cerdas Cermat (LCC) yang akan menjadi bagian dari program bersama madrasah di Kabupaten Banjarnegara.

Setelah pemaparan agenda utama, pembahasan dilanjutkan melalui diskusi forum. Para pengurus KKG dan KKMI saling menyampaikan gagasan, masukan, serta berbagai pertimbangan teknis agar setiap kegiatan dapat dipersiapkan secara matang. Diskusi berlangsung dinamis dengan semangat mencari solusi dan membangun kesepahaman bersama.

Dalam kesempatan tersebut, Ketua KKG MI Kabupaten Banjarnegara, Sugeng, turut memaparkan laporan sekaligus kesiapan pelaksanaan Workshop Asesmen dan LCC. Paparan tersebut mencakup perkembangan persiapan kegiatan serta hal-hal teknis yang perlu dikoordinasikan lebih lanjut agar pelaksanaan dapat berjalan efektif dan memberikan manfaat nyata bagi guru maupun peserta didik.

Keterlibatan KKG dan KKMI dalam satu forum menunjukkan bahwa kemajuan madrasah membutuhkan kolaborasi yang kuat. KKG sebagai wadah pengembangan profesional guru dan KKMI sebagai forum koordinasi kepala madrasah memiliki peran yang saling menguatkan dalam merancang program pendidikan yang berkualitas.

Ketua KKMI Kabupaten Banjarnegara, Suharno, menegaskan pentingnya komunikasi dan koordinasi dalam setiap program yang akan dilaksanakan.

“Kegiatan yang baik harus dipersiapkan dengan baik pula. Melalui koordinasi ini, kita menyatukan persepsi, membagi peran, dan memastikan setiap agenda dapat berjalan sesuai tujuan,” ungkapnya.

Hal senada tercermin dalam semangat pengurus KKG. Sugeng menyampaikan bahwa kesiapan kegiatan membutuhkan kerja bersama dan komunikasi yang berkelanjutan.

“Workshop Asesmen dan LCC bukan hanya agenda kegiatan, tetapi bagian dari ikhtiar bersama untuk meningkatkan kualitas guru dan memberikan ruang prestasi bagi peserta didik madrasah. Karena itu, persiapannya harus dilakukan secara serius dan kolaboratif,” tuturnya.

Dari diskusi, lahir kesepahaman; dari koordinasi, tumbuh kesiapan; dan dari kolaborasi, diharapkan hadir program yang mampu memberikan dampak nyata bagi pendidikan madrasah.(nas)