Berperan Jadi Robot dan Programer, Kelas VIA belajar Coding dengan Metode Unplugged Coding

Banjarnegara — Pembelajaran coding di kelas 6A MI Ma’arif Al Falah Joyokusumo berlangsung dengan seru dan menyenangkan melalui metode unplugged coding. Kegiatan ini dirancang untuk mengenalkan konsep dasar pemrograman kepada murid tanpa menggunakan komputer, melainkan melalui permainan dan aktivitas fisik.(14/9).

Dalam kegiatan tersebut guru mata Pelajaran Informatika, Reza Nur Fadila mengatakan para murid dibagi menjadi dua peran, yaitu sebagai robot dan sebagai programmer. Murid yang berperan sebagai robot bertugas mengikuti instruksi yang diberikan oleh programmer untuk mencapai garis finish. Sementara itu, programmer bertugas menyusun dan memberikan perintah secara berurutan, seperti maju, mundur, belok kanan, dan belok kiri.

“Di pembelajaran ini saya menggunakan metode unplugged coding, ini metode belajar pemrograman dasar tanpa menggunakan perangkat TIK, dimana dalam pembelajaran ini saya membagi murid ke dalam masing masing berkelompok 2 anak, satu jadi robot dan yang satu jadi programmer, nantinya programmer ini memberi perintah ke robot supaya bergerak,” ujarnya.

Melalui aktivitas ini, murid dapat belajar memahami bahwa dalam dunia pemrograman setiap instruksi harus diberikan secara jelas, tepat, dan berurutan. Kesalahan dalam memberikan satu instruksi dapat membuat robot bergerak ke arah yang salah atau tidak mencapai tujuan.

“Di pembelejaran ini itu saya ingin murid dapat berpikir secara logis dengan memberi perintah yang jelas, tepat dan sesuai dengan urutannya, karena robot itu kan benda mati yang bergerak jika hanya kita beri perintah, jadi saya ingin mereka dapat berpikir untuk dapat memberi perintah dengan tepat dan jelas,” ujar Reza.

Selain mengenalkan konsep algoritma dan urutan perintah, kegiatan unplugged coding juga melatih kemampuan berpikir logis, memecahkan masalah, bekerja sama, berkomunikasi, serta berpikir kritis. Dalam pembelajaran ini murid terlihat antusias ketika mencoba menjadi robot maupun programmer dan saling berdiskusi untuk menemukan instruksi yang tepat.

Pembelajaran ini menunjukkan bahwa belajar coding tidak selalu harus dilakukan menggunakan komputer. Dengan metode unplugged coding, konsep pemrograman dapat dikenalkan melalui kegiatan sederhana yang menyenangkan dan dekat dengan aktivitas siswa sehari-hari.

“Kenapa saya memilih menggunakan metode unplugged coding dalam pembelajaran coding kali ini adalah karena minggu lalu kami pernah belajar coding menggunakan hp dengan menyusun blok kode menjadi program sederhana, maka saya juga ingin mencoba metode unplugged coding ini untuk menunjukan pada murid jika berlajar coding tidak harus menggunakan perangkat TIK saja,” ujar Reza.

Melalui kegiatan pembelajaran tersebut, diharapkan murid kelas 6A semakin memahami dasar-dasar berpikir komputasional serta memiliki pengalaman belajar coding yang kreatif, aktif, dan menyenangkan.(RN).