Banjarnegara (Humas) – Penyuluh Agama Islam Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Pagentan, Sutrisno, kembali melaksanakan kegiatan bimbingan dan penyuluhan kepada masyarakat. Kali ini, kegiatan dipusatkan di Majelis Taklim Wijaya Kusuma, Desa Majasari, pada Jumat (18/9/2026). Sebanyak 45 jamaah antusias mengikuti jalannya kajian yang mengusung tema “Amar Ma’ruf Nahi Mungkar”.
Dalam pemaparannya, Sutrisno menekankan pentingnya menerapkan prinsip mengajak pada kebaikan dan mencegah kemungkaran dalam kehidupan sehari-hari, terutama di lingkungan keluarga dan tetangga. Menurutnya, amar ma’ruf nahi mungkar bukan berarti bersikap keras, melainkan harus disampaikan dengan santun, bijak, dan membawa kedamaian.
“Amar ma’ruf nahi mungkar adalah pilar utama dalam menjaga martabat umat dan keharmonisan sosial. Mengajak pada kebaikan harus dilakukan dengan cara yang ma’ruf pula, yaitu penuh kelembutan dan teladan yang baik. Jika kita melihat kekeliruan di sekitar kita, cegahlah dengan pendekatan yang merangkul, bukan memukul,” ujar Sutrisno di hadapan para jamaah.
Ia juga menambahkan bahwa peran majelis taklim sangat strategis sebagai benteng moral masyarakat di era modern. Melalui wadah ini, nilai-nilai kebaikan dapat terus dirawat dan disebarluaskan secara konsisten.
Ketua Majelis Taklim Wijaya Kusuma, H. Sutrisno, menyambut hangat kehadiran penyuluh dari KUA Pagentan tersebut. Ia menyampaikan rasa terima kasih dan harapannya agar pembinaan seperti ini dapat terus berjalan secara rutin demi memperkuat pemahaman agama warga Desa Majasari.
“Kami sangat bersyukur dan berterima kasih atas kehadiran Bapak Sutrisno yang senantiasa setia mendampingi jamaah kami. Materi tentang amar ma’ruf nahi mungkar ini sangat relevan untuk menjadi pengingat bagi kita semua agar tidak hanya beribadah secara personal, tetapi juga peduli terhadap lingkungan sekitar,” tutur H. Sutrisno.
Suasana bimbingan penyuluhan berlangsung khidmat dan interaktif hingga akhir acara. Melalui kegiatan ini, KUA Pagentan berharap silaturahmi serta sinergi antara penyuluh agama dan masyarakat Majasari dapat terus terjalin erat demi mewujudkan masyarakat yang religius, rukun, dan sejahtera.
(3S/azd)
