Banjarnegara (Humas) – Penyuluh Agama Islam Feti Sulistiyani memberikan penyuluhan kepada ibu-ibu penerima Program Keluarga Harapan (PKH) di Salamerta RT 07/RW 01, Rabu (23/9/2026). Dalam kegiatan tersebut, Feti menyampaikan materi tentang membangun ketahanan keluarga melalui sikap sabar, bersyukur, dan saling mendukung.
Feti mengajak peserta memahami bahwa ketahanan keluarga tidak hanya berkaitan dengan kemampuan memenuhi kebutuhan ekonomi, tetapi juga kekuatan keluarga dalam menghadapi berbagai persoalan kehidupan. Sikap saling mendukung antara suami, istri, dan anak menjadi salah satu modal penting untuk menjaga keharmonisan keluarga.
Menurut Feti, keluarga perlu memiliki kebiasaan untuk menghadapi persoalan dengan tenang dan tidak mudah menyerah. Kesulitan yang dihadapi keluarga hendaknya menjadi kesempatan untuk memperkuat kebersamaan, bukan justru menimbulkan pertengkaran.
“Ketika keluarga menghadapi kesulitan, jangan hanya melihat masalahnya. Kita juga perlu melihat apa yang masih bisa disyukuri dan apa yang dapat dilakukan bersama untuk mencari jalan keluarnya,” ujar Feti dalam penyuluhannya.
Ia juga mengingatkan peserta agar membiasakan komunikasi yang terbuka dengan anggota keluarga. Orang tua perlu memberikan kesempatan kepada anak untuk menyampaikan pendapat dan persoalan yang dihadapinya. Dengan komunikasi yang baik, hubungan antara orang tua dan anak dapat terjaga.
Selain itu, Feti menekankan pentingnya peran ibu dalam menciptakan suasana positif di lingkungan keluarga. Seorang ibu dapat menjadi penguat bagi anggota keluarga melalui perhatian, keteladanan, dan nasihat yang disampaikan dengan cara yang baik.
“Anak tidak hanya membutuhkan pemenuhan kebutuhan sehari-hari, tetapi juga membutuhkan perhatian, teladan, dan suasana rumah yang membuat mereka merasa aman dan dihargai,” katanya.
Dalam kegiatan tersebut, peserta juga diajak membangun kebiasaan sederhana, seperti saling menghargai, membiasakan bersyukur, menyelesaikan persoalan melalui musyawarah, serta memberikan perhatian kepada anak. Kebiasaan tersebut diharapkan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Penyuluhan bagi ibu-ibu penerima PKH tersebut memiliki nilai edukatif karena memberikan penguatan dari sisi keagamaan sekaligus kehidupan keluarga. Pengetahuan yang diperoleh peserta diharapkan dapat diterapkan dalam mendampingi anak, membangun hubungan yang harmonis, dan menghadapi tantangan kehidupan secara lebih bijaksana.
Melalui kegiatan tersebut, Feti berharap peserta dapat menjadi penguat bagi keluarganya masing-masing. Keluarga yang memiliki komunikasi baik, saling menghargai, dan mampu menghadapi kesulitan dengan sabar diharapkan dapat menciptakan lingkungan yang mendukung tumbuhnya generasi yang berakhlak dan bertanggung jawab.
(m/azd)
