Banjarnegara (Humas) – Tim Penyuluh Agama Islam Kantor Urusan Agama (KUA) Kalibening memberikan edukasi kepada 50 siswa Madrasah Aliyah (MA) Nurul Hikmah Desa Kalisat Kidul, Senin (05/10/2026). Kegiatan tersebut mengangkat materi “Gajah Asik” atau Gerakan Bocah Aja Nikah Gasik, problematika keluarga, serta motivasi dalam menggapai masa depan.
Materi disampaikan oleh enam Penyuluh Agama Islam KUA Kalibening, yakni Sarwono, Ngudi Rahayu, Yulfiani, Ari Nurhidayah, Susmiyati, dan Laeli Maria Ulfah. Kegiatan ini menjadi ruang bagi para siswa untuk memahami pentingnya mempersiapkan masa depan sebelum mengambil keputusan besar dalam kehidupan.
Melalui materi “Gajah Asik”, para siswa diajak melihat bahwa usia sekolah merupakan masa untuk belajar, mengembangkan kemampuan, membangun karakter, dan mempersiapkan cita-cita. Pernikahan bukan sekadar tentang kesiapan secara usia, tetapi juga membutuhkan kesiapan mental, tanggung jawab, pendidikan, serta kemampuan menghadapi kehidupan berkeluarga.
Selain itu, pembahasan mengenai problematika keluarga memberikan gambaran kepada siswa tentang berbagai tantangan yang dapat muncul dalam kehidupan rumah tangga. Pemahaman tersebut diharapkan dapat membuat mereka lebih bijak dalam menentukan langkah dan tidak terburu-buru mengambil keputusan.
Ngudi Rahayu menyampaikan bahwa setiap siswa memiliki kesempatan untuk menata masa depan dengan sebaik-baiknya. “Masa sekolah adalah waktu untuk belajar dan mempersiapkan diri. Jangan sampai keputusan yang terburu-buru justru membuat kesempatan meraih cita-cita menjadi terhambat,” ungkapnya.
Kegiatan semakin hidup dengan materi motivasi menggapai masa depan. Para siswa didorong untuk berani memiliki cita-cita, mengenali potensi diri, dan terus berusaha mewujudkannya melalui pendidikan.
Kegiatan mendapat respons positif dari guru maupun siswa. Antusiasme peserta menunjukkan bahwa edukasi tentang kesiapan masa depan dan kehidupan keluarga menjadi pembahasan yang relevan bagi remaja usia sekolah.
(WHA/azd)
